Penceramah di BUMN Jadi Sorotan, Kemenag Buat Daftar Rujukan

Tiara Sutari | CNN Indonesia
Jumat, 18 May 2018 12:39 WIB
Kritikan yang dilayangkan NU dan Muhammadiyah terhadap kantor pemerintah yang fasilitasi ulama konservatif disambut Kemenag dengan membuat rujukan ulama netral. Kritikan yang dilayangkan NU dan Muhammadiyah terhadap kantor pemerintah yang fasilitasi ulama konservatif disambut Kemenag dengan membuat rujukan ulama netral. (CNN Indonesia/Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama mulai memperketat daftar penceramah di instansi pemerintahan, universitas, maupun badan usaha milik negara.

Diakui Direktur Jendral Bimas Kemenag Muhammadiayah Amin, pihaknya saat ini telah membuat daftar penceramah yang bisa digunakan atau menjadi referensi instansi untuk diundang dan memberikan tausiyah selama bulan Ramadan.

"Kondisi saat ini seperti itu, Pak Menteri meminta kami membuat daftar penceramah yang bisa jadi rekomendasi lembaga dan instansi selama ramadan," kata Amin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/5).



Hal ini diakui Amin memang baru pertama kali dilakukan oleh Kemenag. Sebelumnya Kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saiffudin itu selalu memberi kebebasan kepada instansi dan lembaga untuk mencari penceramah sendiri.

Namun demi menghindari susupan paham radikal dan memecah belah kerukunan antar umat beragama maka pihaknya pun melakukan penyisiran.

"Nantinya nama-nama yang kami rekomendasikan itu bisa diakses di situs Binmas," katanya.


Hal ini pun diakui Amin dilakukan setelah banyaknya nama-nama calon penceramah yang sudah terdaftar di beberapa lembaga, mesjid, hingga BUMN dikritik di media sosial karena diduga bisa menyebarkan paham radikal.

"Ya memang untuk hindari itu, paling lambat ahad itu sudah bisa diakses," kata dia.


Hingga saat ini diakui Amin telah ada 150-an nama calon penceramah yang masuk dalam daftar rekomendasi Kemenag. Nama-nama itu telah diterima langsung dari ormas dan pengurus mesjid-mesjid besar di Indonesia untuk selanjutnya diseleksi oleh Kemenag.

"Kami sangat berhati-hati menyeleksi dan memeriksa setiap latar belakang mereka (calon penceramah) karena jangan sampai ini malah memaparkan yang tidak-tidak, kondisi sekarang sedang seperti ini," katanya.


Sebelumnya, sejumlah ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menyoroti soal beberapa instansi pemerintah, termasuk BUMN yang kedapatan menfasilitasi ulama atau penceramah yang cenderung konservatif dan menyampaikan provokasi dalam dakwahnya.
(DAL/gil)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER