Risma mengaku sudah mendengar kabar sejumlah warga di sekitar Makam Putat Gede, Jarak, Sawahan, Surabaya menolak rencana pemakaman jenazah terduga teroris di tempat pemakaman umum setempat.
Warga Putat Jaya tersebut bahkan mendatangi makam dan kembali menutup lubang pemakaman yang sudah digali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lubang makam itu rencananya untuk mengubur jenazah terduga teroris Dita Oeprianto, ayah dari keluarga yang melakukan bom bunuh diri di GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel dan GPPS Jalan Arjuno, Minggu (13/5).
Dita bersama istri dan empat anaknya yang juga meninggal akibat bunuh diri, tinggal di Wisma Indah Blok K-22, Wonorejo, Rungkut, Surabaya.
Risma mengatakan saat ini pihaknya tidak berani menguburkan jenazah terduga teroris tersebut karena di Surabaya ada keluarga korban dari peledakan bom tersebut.
"Kalau sekarang saya tidak berani. Gimana dimakamkan, di sana ada keluarganya yang korban," kata Risma.
Kasus serupa juga terjadi saat seorang narapidana teroris Benny Tresno alias Abu Ibrahim tewas dalam rusuh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dua pekan lalu.
"Awalnya sempat terjadi gejolak di masyarakat. Tapi kami beri masukan, bahwa kalau tidak di sini dimana lagi akan kita makamkan," ujar Firdaus seperti dikutip dari Antara.