Kementerian Agama Rilis Daftar 200 Nama Mubalig Rujukan

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 18:36 WIB
Kementerian Agama Rilis Daftar 200 Nama Mubalig Rujukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan untuk tahap awal ini pihaknya baru merilis 200 daftar nama muballigh yang dirujuk Kementerian Agama. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk membantu masyarakat mencari ulama atau mubalig yang akan diundang mengisi pengajian atau tausiah, Kementerian Agama merilis daftar berisikan 200 nama yang bisa dirujuk.

"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari situs Kementerian Agama , Jumat (18/5) petang.

Ia berharap rilis daftar nama mubalig itu bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. Lukman menyatakan untuk tahap awal ini pihaknya baru merilis 200 daftar nama mubalig yang bisa dilihat di sini.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, beberapa nama yang masuk daftar di antaranya adalah Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Abdul Moqsith Ghozali, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib (Cak Nun), Didin Hafidhuddin, Haedar Nasir, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Dedeh Rosidah (Mama Dedeh).

Kementerian Agama Rilis Daftar 200 Nama Muballigh RujukanMustofa Bisri (Gus Mus). (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Dalam daftar yang diterbitkan Sekretariat Jenderal Kemenag itu para penceramah diinfokan pendidikan terakhir masing-masing serta bahasa-bahasa asing yang mereka kuasai.

Lukman menegaskan tidak sembarang mubalig yang dimasukkan dalam rujukan tersebut. Untuk dapat masuk ke sana, kata Lukman, harus memenuhi tiga kriteria yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar nama-nama tersebut, sambung Lukman, disusun pihaknya dengan mendapatkan masukan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas keagamaan.

"Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut," ujar Lukman.

"Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi," sambungnya.

Masyarakat pun diberikan ruang untuk berkomunikasi terkait rujukan mubalig tersebut lewat aplikasi pesan whatsapp dengan nomor 0811-8497-492.

Keberadaan penceramah menjadi polemik di awal Ramadan tahun ini. Pasalnya di beberapa masjid di lingkungan instansi pemerintah atau negara mengundang penceramah yang selama ini 'dikenal' kerap provokatif sebagai pengisi tausiyah.

Dua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah pun mengkritik hal tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (18/5) pagi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Muhammadiyah Amin mengatakan pihaknya menjawab hal tersebut dengan menerbitkan daftar penceramah yang bisa dijadikan referensi bagi masyarakat, terutama instansi.

Amin mengatakan hal ini baru pertama kali dilakukan Kemenag. Sebelumnya Kementerian Agama selalu memberi kebebasan kepada instansi dan lembaga untuk mencari penceramah sendiri. 

Namun demi menghindari susupan paham radikal dan memecah belah kerukunan antar umat beragama maka pihaknya pun melakukan penyisiran.