Polda Metro Jaya Tak Larang Sahur On The Road Selama Ramadan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 15:25 WIB
Polda Metro Jaya Tak Larang Sahur On The Road Selama Ramadan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono berharap kegiatan sahur on the road tidak berujung aksi negatif. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono tidak mempermasalahkan kegiatan sahur on the road (SOTR) saat bulan puasa. 

"Itu (SOTR) boleh saja. Kan, baik itu, berikan fakir makan, enggak masalah. Masa orang baik mau kita larang," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/5).

SOTR adalah acara sahur bersama di jalanan. SOTR seperti tradisi baru warga Jakarta, khususnya di kalangan remaja. Sepanjang Ramadan, kelompok-kelompok remaja biasanya berkonvoi menuju satu titik sahur sambil membagikan makanan bagi masyarakat lain di sepanjang jalan yang dilewati. 


Argo mengimbau kegiatan SOTR  tersebut tidak merugikan masyarakat lain dan diri sendiri. Selain itu, dia meminta pihak yang menggelar SOTR tidak mengakhiri acara dengan hal negatif seperti tawuran atau kebut-kebutan.

Kegiatan SOTR diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sahur.

"Nanti kita harapkan tidak terjadi dengan SOTR ini untuk kebut-kebutan, balapan, tawuran, kemudian juga membunyikan musik keras karena nanti itu akan menggangu orang lain. Itu diharapkan tidak dilakukan," tuturnya.

Polisi akan melakukan pengamanan terhadap kegiatan SOTR selama Ramadan.Tak hanya itu, polisi pun akan mengamankan kegiatan ngabuburit dan salat tarawih. Ngabuburit adalah acara kumpul bersama di tempat terbuka menjelang waktu berbuka puasa.

"Ngabuburit biasanya akan nongkrong sambil mengisi waktu untuk berbuka puasa baik di tempat wisata seperti museum, kita memberikan rasa aman," ujarnya.

Sejumlah kegiatan yang akan dijaga oleh polisi tersebut, menurut Argo, untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. (wis/wis)