Menurutnya, rekomendasi mubalig yang dikeluarkan oleh Kemenag merupakan kebijakan keliru.
"Ciri pemimpin yang berjiwa besar itu mau mundur kalau ternyata keputusannya keliru," ujar Amien di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag juga dikritik oleh Alumni 212.
"Itu karena kepentingan politik, dia bilang kita jangan main politik tapi dia sedang berpolitik. Itu poinnya, menteri agama tidak konsisten," katanya ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/5).
Sementara itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut kebijakan Kemenag tersebut sebagai bentuk kekonyolan dan harus dicabut. Dia juga menyebut para ulama yang masuk daftar rekomendasi Kemenag sebagai 'ulama plat merah.'
"Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari situs Kementerian Agama , Jumat (18/5) petang. (wis/sur)