Bahas Dampak Penjualan Saham Bir, Sandi Akan Bertemu Bos BEI

DHF, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 11:48 WIB
Bahas Dampak Penjualan Saham Bir, Sandi Akan Bertemu Bos BEI Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah), di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan bertemu dengan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio guna membahas rencana penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) yang merupakan produsen bir.

Sandi menyebut pertemuan ini guna merespons imbauan Tito kepada Pemprov DKI Jakarta untuk serius melepas saham PT Delta Djakarta agar tak menimbulkan gejolak pasar.

"Kami siap, kami sudah berkoordinasi. Pak Dirut (BEI) akan ke Balai Kota untuk memetakan langkah-langkah selanjutnya," ujar Sandi saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (22/5).


Dia menyampaikan belum ada tanggal pasti untuk pertemuan ini. Namun rencananya pertemuan akan digelar pekan ini.

Setelah diskusi dengan BEI, ucap Sandi, Pemprov DKI Jakarta juga akan menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sandi menambahkan langkah-langkah ini ditempuh untuk memastikan pelepasan saham sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Sandi juga mengklaim Pemprov DKI Jakarta telah mengirim surat ke DPRD DKI Jakarta untuk memulai pembahasan terkait penjualan 26,5 persen saham PT Delta Djakarta.

"Saya sampaikan kami sudah bersurat ke DPRD. Sekarang menunggu jawaban DPRD untuk meminta persetujuan DPRD," lanjut Sandi.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk melepas 26,25 persen saham PT Delta Djakarta. Salah satu alasan utamanya adalah agar Pemprov DKI Jakarta hanya mendapatkan dividen yang halal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaksir akan mendapatlan Rp1 triliun dari penjualan ini. Meski belum bisa berbicara spesifik, uang itu rencananya akan digunakan untuk program pendidikan dan lapangan kerja.

Tito Sulistio sebelumnya memperingatkan Anies-Sandi agar tidak membatalkan penjualan saham PT Delta demi mengamankan pasar.

"Mereka sudah mengatakan secara terbuka, tetapi saya ingatkan jangan sampai batal ya. Kalau mereka cancel, akan mempengaruhi pasar," ungkap Tito, Kamis (17/5). (arh/sur)