Guru Ngaji Teroris Bom Surabaya Masih dalam Pelarian

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 16:45 WIB
Guru Ngaji Teroris Bom Surabaya Masih dalam Pelarian Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian RI masih terus memburu jaringan terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pasca rentetan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pekan lalu.

Salah satu nama yang diburu, yakni CAB. Dia diduga merupakan guru atau pemimpin pengajian dari tiga terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo yang tewas, yakni Dita Oepriarto, Tri Murtiono, dan Anton Ferdiantono.

"Kami sudah bergabung semuanya, komponen bergabung dari Polda dan Densus. Kami minta waktunya, mohon doanya untuk menyelesaikan semuanya ini ya," kata Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Pol Machfud Arifin, Selasa (22/5).



Machfud menegaskan, perburuan terhadap sel-sel jaringan teroris, termasuk CAB ini merupakan kewenangan Detasemen Khusus 88 Anitteror. Polda Jatim sifatnya hanya membantu Densus dalam perburuan ini.

"Yang penangkapan-penangkapan, biar Densus yang melaksanakan," katanya,

Di sisi lain, Machfud menilai suasana di Kota Pahlawan sudah kembali normal usai 10 hari sejak rentetan teror bom. Aspek perekonomian dia nilai juga sudah menggeliat, termasuk jalan-jalan yang kembali dipadati arus kendaraan.

"Kita melihat, masyarakat Jawa Timur sudah pulih kembali, mengggeliat kembali, jalan-jalan sudah pada macet ya, sudah normal kembali lah, kita bangkit untuk melawan ini," pesan Kapolda.


Sementara itu, dari data Divisi Humas Mabes Polri, penangkapan para terduga teroris pasca bom Gereja di Surabaya mencapai puluhan orang.

Hingga Minggu (20/5), Densus menangkap total 74 terduga teroris. Sebanyak 14 orang di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat hendak ditangkap.

Sedangkan Jawa Timur menjadi wilayah dengan penangkapan terduga teroris terbanyak. Tercatat 31 orang ditangkap dan empat di antaranya tewas didor Densus di wilayah Jawa Timur. (dik)