Salah satu nama yang diburu, yakni CAB. Dia diduga merupakan guru atau pemimpin pengajian dari tiga terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo yang tewas, yakni Dita Oepriarto, Tri Murtiono, dan Anton Ferdiantono.
"Kami sudah bergabung semuanya, komponen bergabung dari Polda dan Densus. Kami minta waktunya, mohon doanya untuk menyelesaikan semuanya ini ya," kata Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Pol Machfud Arifin, Selasa (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Machfud menegaskan, perburuan terhadap sel-sel jaringan teroris, termasuk CAB ini merupakan kewenangan Detasemen Khusus 88 Anitteror. Polda Jatim sifatnya hanya membantu Densus dalam perburuan ini.
"Yang penangkapan-penangkapan, biar Densus yang melaksanakan," katanya,
"Kita melihat, masyarakat Jawa Timur sudah pulih kembali, mengggeliat kembali, jalan-jalan sudah pada macet ya, sudah normal kembali lah, kita bangkit untuk melawan ini," pesan Kapolda.
Sementara itu, dari data Divisi Humas Mabes Polri, penangkapan para terduga teroris pasca bom Gereja di Surabaya mencapai puluhan orang.
Hingga Minggu (20/5), Densus menangkap total 74 terduga teroris. Sebanyak 14 orang di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat hendak ditangkap.
Sedangkan Jawa Timur menjadi wilayah dengan penangkapan terduga teroris terbanyak. Tercatat 31 orang ditangkap dan empat di antaranya tewas didor Densus di wilayah Jawa Timur. (dik/gil)