Fadli Zon Nilai Pertemuan Prabowo-SBY Buka Peluang Koalisi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 21:55 WIB
Fadli Zon Nilai Pertemuan Prabowo-SBY Buka Peluang Koalisi Pertemuan Prabowo dan SBY dinilai Fadli Zon membuka peluang Gerindra dan Demokrat untuk berkoalisi di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut dapat menjadi bagian penjajakan koalisi kedua partai untuk Pilpres 2019. Kedua petinggi partai dikabarkan akan segera bertemu dalam waktu dekat.

Meski belum tahu apa yang akan dibahas oleh Prabowo dan SBY, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kemungkinan koalisi kedua partai masih terbuka.

"Belum tahu (bahas koalisi), tapi kan mungkin saja. Saya kira juga kalau membicarakan itu (koalisi) juga bagus, tidak ada masalah," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (23/5).


Fadli mengatakan pertemuan Prabowo dan SBY bukan merupakan rencana baru. Pertemuan keduanya nanti disebut sebagai tindaklanjut pertemuan sebelumnya saat Prabowo bertandang ke kediaman SBY di Cikeas, Bogor.


Fadli menyebut pertemuan Prabowo dan SBY nanti itu sebagai pertemuan yang tertunda. Karenanya, dia berharap pertemuan itu dapat terlaksana di bulan Ramadan ini.

"Nanti kita atur lah waktunya. Saya kira bagus saja dalam satu bulan yang penuh silaturahmi ini dilaksanakan silaturahmi yang terkait politik, maupun yang lainnya. Saya kira ini adalah bulan yang bagus untuk bersilaturahim," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, Gerindra masih berkomunikasi instensif dengan PKS dan PAN serta sejumlah partai yang menjalin koalisi di Pilkada serentak 2018.

Sementara di satu sisi, Demokrat, PKB dan PAN sampai sekarang belum menentukan sikap untuk Pilpres 2019. Namum ketiga partai disebut-sebut akan membentuk poros ketiga.
Gabungan jumlah kursi ketiga partai itu pun sudah mencukupi untuk mengajukan calon presiden tahun depan. Demokrat memiliki persentase suara 10,2 persen atau kursi 10,9 persen, PAN punya suara 7,7 persen atau kursi 8,8 persen, dan PKB mengantongi suara 9,0 persen atau kursi 8,4 persen.

Meski gabungan jumlah kursi mencukupi, namun sampai saat ini belum ada perkembangan berarti terhadap kemungkinan pembentukan poros ketiga oleh ketiga partai. (osc/asa)