SBY Singgung Tudingan Asbun Politisi soal Rekayasa Aksi Teror

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 17:30 WIB
SBY Singgung Tudingan Asbun Politisi soal Rekayasa Aksi Teror SBY angkat bicara soal tudingan pengalihan isu dibalilk aksi terorisme. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan serangan teror yang terjadi beberapa pekan terakhir di beberapa daerah di Indonesia adalah nyata.

SBY menyinggung beberapa politikus yang pernah mengatakan rangkaian teror serupa, yang pernah terjadi saat rezimnya memimpin, sebagai pengalihan isu hanyalah asal bunyi alias asbun.

"Serangan teroris beberapa saat lalu nyata. Saya tak latah berkata "ini pengalihan isu", seperti tuduhan sejumlah politisi kpd saya dulu yg "ASBUN" *SBY*," tulis SBY lewat akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono, Rabu (23/5).



Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan dirinya mendukung revisi UU Anti Terorisme pada tahun 2003, saat ia masih berkuasa, yang bertujuan agar pencegahan dan penindakan aksi terorisme lebih efektif.

"Ke depan tak ada alasan lagi," tambah SBY.



Menurut dia, definisi terorisme yang ditawarkan pemerintah Joko Widodo sudah baik, tajam, fokus dan relevan. SBY berpendapat aparat keamanan dan penegak hukum perlu miliki kewenangan yang cukup, sehingga bisa mendeteksi, mencegah, dan mengagalkan serangan teroris.

"Jangan seperti rumusan 'subversi' yang melebar," kata SBY.


Lebih dari itu, SBY berpesan agar kewenangan untuk menyadap dan menahan terduga teroris harus tepat dan benar.

"Jangan disalahgunakan. Jangan rakyat malah merasa diteror," kata SBY.

Selain itu, SBY berharap kerja sama dan sinergi antara aparat intelijen, kepolisian dan TNI bisa berjalan baik dan efektif. Pasalnya, dalam menghadapi terorisme semua pihak harus bersatu dan miliki 'mindset' yang sama.

"Hindarkan ego masing-masing. Semuanya penting. Pihak pemerintah dan oposisi juga harus memiliki sikap yang sama," tegas SBY.


SBY pun menggarisbawahi dengan solidnya kerjasama antar semua pihak, kedepannya intelijen, kepolisian dan komando teritorial (koter) TNI harus makin awas, bisa deteksi dan gagalkan aksi teror.

"Itu tugas utama. Ini harapan rakyat," tutup SBY.

Sebelumnya, aparat mengamankan dosen Universitas Sumatera Utara (USU) karena menuding pemerintah lewat status di media sosialnya yang menyebutkan jika pemerintah Jokowi sedang mengalihkan isu gagalnya ekonomi dengan rangkaian teror di beberapa daerah belakangan.


Tak berselang lama, beberapa netizen mengkritik langkah penangkapan tersebut. Kecaman itu disertai dengan disebarkannya tautan pemberitaan dari media yang menampilkan jajaran oposisi terutama dari politikus PDIP yang pernah melakukan tudingan aksi terorisme hanya pengalihan isu.

Bahkan dalam beberapa video yang tersebar, tampak rekaman mantan Sekjen PDIP Pramono Anung yang menyebutkan jika rangkaian teror yang terjadi saat SBY berkuasa hanya untuk mengalihkan isu.