Anies Minta Bos Dharma Jaya Belajar dari Dirut Lama

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 10:21 WIB
Anies Minta Bos Dharma Jaya Belajar dari Dirut Lama Dirut PD Pasar Jaya Johan Romadhon, di Jakarta, Selasa (22/5). (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Direktur Utama PD Dharma Jaya yang baru, Johan Romadhon, bisa memastikan suplai kebutuhan daging di Jakarta terpenuhi dengan melihat siklus permintaannya dan belajar dari pemimpin sebelumnya.

Anies secara resmi mengangkat Johan lewat lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 880 Tahun 2018 yang ia tandatangani pada 22 Mei 2018.

"Kami berharap agar suplai kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti daging dan lain-lain bisa berjalan dengan baik," kata Anies di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/5) malam.

Anies menyebut permintaan atau kebutuhan daging di Jakarta itu bisa diprediksi masa peningkatan permintaan ataupun periode penurunan permintaannya.

"Ada siklusnya, ada masa di mana naik turun dan itu sudah berjalan bertahun-tahun," ujarnya.

Lebih lanjut, Anies juga berharap agar Johan selalu Dirut PD Dharma Jaya yang baru bisa mengambil pelajaran dari Dirut sebelumnya, yakni Marina Dwi Ratna.

Anies resmi mencopot Marina Dwi Ratna dari jabatannya sebagai Dirut PD Dharma Jaya dan menunjuk Johan Romadhon sebagai penggantinya.

Sebelumnya, Marina telah mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa ada kejanggalan dengan pemerintahan Anies-Sandi. Salah satunya, pencairan dana Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp54 miliar yang mandek. Hal ini membuat Dharma Jaya berutang pada pemasok daging ayam sebanyak Rp80 miliar.

"Kesulitannya, ya [pertama kali masuk] tidak ada aturan, tidak profesional, itu yang membuat kami sulit karena harus memulai semuanya dari awal," ujar Marina, saat ditemui di kantornya, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (16/3).

Anies pun mempersilakan dirut yang dilantik di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama itu mengundurkan diri. Sebab, menurutnya masih banyak sosok lain yang dapat menggantikan posisi Marina.


(arh/sur)