Jelang Lebaran, Anies Resmi Copot Dirut PD Dharma Jaya

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 13:53 WIB
Jelang Lebaran, Anies Resmi Copot Dirut PD Dharma Jaya Marina Dwi Ratna resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PD Dharma Jaya. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengumumkan pengganti Marina Dwi Ratna, Direktur Utama PD Dharma Jaya yang sempat cekcok dengannya beberapa waktu lalu.

Anies mencopot Marina sekaligus mengangkat Johan Romadhon lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 880 Tahun 2018 yang ia tandatangani pada 22 Mei 2018 atau kurang satu bulan sebelum Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah.

Anies juga melantik Mohamad Adam Ali Bhutto sebagai Direktur Usaha dalam Kepgub itu.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berharap pengalaman Johan di beberapa BUMD Jawa Barat dapat diterapkan di PD Dharma Jaya.

"DKI punya tantangan dan peluang berbeda (dari Jabar). Saya harap pak Johan membawa PD Dharmajaya ke arah lebih baik," ucap Sandi usai serah terima jabatan Dirut PD Dharma Jaya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (23/5).

Pada kesempatan itu, Sandi mewakili Pemprov DKI Jakarta berterima kasih kepada Marina. Sandi menilai Marina telah mampu membawa PD Dharma Jaya dari perusahaan merugi ke perusahaan yang kini menghasilkan keuntungan.

Di kesempatan yang sama, Johan mengatakan Marina telah mematok standar yang tinggi sebagai Dirut BUMD di sektor pangan.

"Saya masih akan membaca dulu, saya akan banyak belajar dari bu Marina. Luar biasa bisa mengubah dari merah (rugi) ke biru (untung)," tuturnya.

Johan menjelaskan dia telah menjalani proses seleksi lewat panitia seleksi (pansel) dari Pemprov DKI Jakarta selama sebulan ke belakang.

Johan pernah menjabat sebagai direksi di PT Brahman Jabar Makmur, anak perusahaan BUMD PT Agro Jabar, pada Maret 2017 hingga April 2018. Serupa dengan PD Dharma Jaya, perusahaan ini mengurusi pasokan daging.

Dia juga sempat menjabat Direktur Utama PT Tirta Gemah Ripah, BUMD Jabar yang mengurusi pengelolaan sumber daya air pada 2013 hingga 2015.

Marina mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PD Dharmajaya karena merasa ada kejanggalan dengan pemerintahan Anies-Sandi. Salah satunya pencairan dana public service obligation (PSO) sebesar Rp54 miliar yang mandek. Hal ini membuat Dharma Jaya berutang pada pemasok daging ayam sebanyak Rp80 miliar.

"Kesulitannya, ya [pertama kali masuk] tidak ada aturan, tidak profesional, itu yang membuat kami sulit karena harus memulai semuanya dari awal," ujar Marina, saat ditemui di kantornya, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (16/3).

Anies mempersilakan dirut yang dilantik di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama itu mengundurkan diri.

Dia berucap masih banyak sosok lain yang dapat menggantikan Marina sebagai bos di salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) bidang pangan tersebut

"Kalau memang mundur, mundur saja, lah. Enggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja," kata Anies di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (16/3). (wis)