Anies mencopot Marina sekaligus mengangkat Johan Romadhon lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 880 Tahun 2018 yang ia tandatangani pada 22 Mei 2018 atau kurang satu bulan sebelum Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah.
Anies juga melantik Mohamad Adam Ali Bhutto sebagai Direktur Usaha dalam Kepgub itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Johan mengatakan Marina telah mematok standar yang tinggi sebagai Dirut BUMD di sektor pangan.
"Saya masih akan membaca dulu, saya akan banyak belajar dari bu Marina. Luar biasa bisa mengubah dari merah (rugi) ke biru (untung)," tuturnya.
Johan pernah menjabat sebagai direksi di PT Brahman Jabar Makmur, anak perusahaan BUMD PT Agro Jabar, pada Maret 2017 hingga April 2018. Serupa dengan PD Dharma Jaya, perusahaan ini mengurusi pasokan daging.
Dia juga sempat menjabat Direktur Utama PT Tirta Gemah Ripah, BUMD Jabar yang mengurusi pengelolaan sumber daya air pada 2013 hingga 2015.
Marina mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PD Dharmajaya karena merasa ada kejanggalan dengan pemerintahan Anies-Sandi. Salah satunya pencairan dana public service obligation (PSO) sebesar Rp54 miliar yang mandek. Hal ini membuat Dharma Jaya berutang pada pemasok daging ayam sebanyak Rp80 miliar.
Anies mempersilakan dirut yang dilantik di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama itu mengundurkan diri.
Dia berucap masih banyak sosok lain yang dapat menggantikan Marina sebagai bos di salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) bidang pangan tersebut
"Kalau memang mundur, mundur saja, lah. Enggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja," kata Anies di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (16/3). (wis)