Dua Kali Dicoret UGM, Fahri Hamzah Sebut Ada Tekanan Politik

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 20:37 WIB
Dua Kali Dicoret UGM, Fahri Hamzah Sebut Ada Tekanan Politik Fahri Hamzah sesalkan sikap Masjid UGM. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesalkan keputusan Masjid Universitas Gajah Mada (UGM) yang mencoret namanya sebagai penceramah di bulan Ramadhan tahun ini.

"Itulah yang saya sesalkan. Padahal saya adalah koordinator sektor pendidikan dan agama di DPR," kata Fahri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/5).


Fahri menduga pencoretan tersebut ada kaitannya dengan kebijakan Menteri Agama yang secara sepihak membuat daftar rujukan 200 Mubalig. Fahri menilai ada rasa takut yang tidak jelas terkait kebijakan pemerintah belakangan ini.


"Kalau melihat cara masjid kampus ditekan memang ada irasionalitas yang berasal dari rasa takut yang tidak jelas," katanya.


Namun demikian, Fahri menjelaskan jika hanya pihak UGM yang bisa menjelaskan alasan ketakutan tidak jelas itu. Fahri mengungkapkan pencoretan namanya di UGM sudah terjadi untuk yang kedua kalinya.

"Detailnya silahkan tanya ke mereka. Tapi memang ini tekanan politik dan ini yang kedua kalinya. Tahun lalu juga demikian," kata Fahri.

Menteri Agama Lukman Hakim keluarkan kebijakan kontroversi 200 Mubalig rujukan. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)


Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani mengatakan pembatalan Fahri itu merupakan keputusan yang diambil setelah evaluasi bersama pimpinan universitas dan takmir masjid.

"Kami memandang ada nama-nama yang mengundang pro kontra di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pimpinan universitas beserta takmir sepakat untuk mengganti beberapa nama," ungkap Iva saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (24/5).

Iva menegaskan keputusan itu diambil tanpa ada tekanan dan desakan dari pihak manapun.


Adapun jumlah nama yang dicoret menurut Iva berjumlah tiga orang. Selain Fahri, juga dicoret Ismail Yusanto dan Novriyadi. Ismail adalah mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia sementara Novriyadi adalah dosen internal UGM.

"Tiga orang menurut kesepakatan rektorat dan takmir masjid kampus UGM diganti demi menjaga kepentingan bersama," tutup Iva.

Rencananya, Fahri akan mengisi ceramah dan dialog pascatarawih di Masjid Kampus UGM pada Selasa (22/5). Namun menurut laporan, pihak kampus ingin Fahri diganti.

Iva mengaku tidak mengetahui siapa yang menggantikan posisi Fahri untuk mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM. Namun tidak menutup kemungkinan penceramah dari internal kampus yang disebut Iva jumlahnya memang banyak.