"Pengamanan hari ini kami lakukan secara maksimal. Konsepnya sama seperti Minggu lalu, terbagi menjadi empat ring. Dari mulai gedung, seputaran gedung, halaman, dan [area] terluar," ungkap Indra, di PN Jakarta Selatan.
"Kita libatkan 270 anggota, lebih banyak dari [sidang] kemarin karena memang banyak pos yang harus diisi sehingga pengamanan ini bisa kita lakukan secara maksimal," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Indra, polisi juga menambah pos pengamanan di luar. Tujuannya, untuk mengantisipasi pergerakan mencurigakan.
"Kita melihat potensi-potensi yang menjadi ancaman kita berkoordinasi mereka pun setuju tapi tidak selamanya nanti dibuka lagi," lanjutnya.
Indra menambahkan bahwa penembak runduk alias sniper juga diturunkan untuk pengamanan.
"Kami tempatkan termasuk sniper di tempat yang posisinya tepat untuk kita tempatkan," imbuh Indra.
"Kami batasi karena kemarin kurang tertib, yang nonton juga tidak bisa. Kami juga sulit, tidak bisa monitoring, sekarang teman-teman wartawan kami batasi tapi yang belakang sudah kami majukan kedepan kursinya jadi lebih lebarkan yang belakang," kata Indra.
Sementara, Aman tiba di PN Jaksel sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung masuk ke dalam ruang sidang. Sesaat setelah Aman tiba di PN Jaksel, terdengar dentuman keras di luar PN Jaksel.
Polisi kemudian memerintahkan pengunjung, wartawan dan pegawai untuk tiarap. Polisi kemudian memeriksa sumber suara.
Menurut polisi, sumber dentuman berasal dari proyek bangunan yang terletak di depan PN Jaksel. Kondisi saat ini berjalan normal. (arh/sur)