Polri Temukan 7 Ton Bawang Putih Ilegal Mengandung Cacing

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 16:17 WIB
Polri Temukan 7 Ton Bawang Putih Ilegal Mengandung Cacing Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga (tengah), di Jakarta, Kamis (31/5). (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 300 ton bawang putih impor selundupan telah disita kepolisian. Sebanyak 7 ton di antaranya adalah bawang yang mengandung cacing Nematoda yang membahayakan kesehatan.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan temuan cacing itu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium

"Ada 300 ton yang kita tangkap, 7 ton mengandung cacing, tetapi kami tidak bisa menghitung secara pasti yang karena sangat banyak," ujarnya, di Jakarta, Kamis (31/5).


Bawang itu, katanya, ditemukan di pasar induk Kramat Jati, Jakarta. Namun, Daniel yakin bawang ilegal ini telah beredar di kota lain di Sumatera dan Jawa. Sayangnya, dia belum bisa mengungkap sebaran distribusinya.

Ia mengungkapkan pengimpor bawang tak layak konsumsi itu adalah PT PTI. Mereka mendapat kouta impor bibit bawang putih sebesar 30 ribu ton impor dari Kemendag. Bawang itu diimpor dari China dan Taiwan.

Dalam importasi itu, PT PTI bekerja sama dengan PT CGM, FMT dan ASJ untuk pendistribusian bawang asli dan bibit bawang ke daerah di Indonesia. PT TSR juga bekerjasama untuk menjual bawang bibit sebagai bawang konsumsi di pasar.

Bawang putih ilegal sitaan Bareskrim Polri, di Jakarta, Kamis (31/5).Bawang putih ilegal sitaan Bareskrim Polri, di Jakarta, Kamis (31/5). (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)

Direktur dari keempat perusahaan menjadi tersangka dalam kasus ini. Mereka disangkakan melanggar pasal 144 Ko Pasal 147 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan; Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 99 tentang perlindungan konsumen dan/atau Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP yang terjadi di wilayah hukum NKRI.

Daniel mengatakan bahwa terungkapnya modus operandi ini telah membantu meredakan keresahan masyarakat terhadap lonjakan harga bawang putih impor di tingkat pasar maupun distributor yang mencapai Rp33 ribu-38 ribu per kilogram.

"Setelah dilakukan penegakan hukum terhadap madia bawang putih impor, harga bawang putih pada saat ini mengalami penurunan yang signifikan yaitu kisaran harga Rp13 ribu - 18 ribu per kg," ujarnya.

Pihaknya belum menghitung secara rinci kerugian negara yang diakibatkan oleh penyelundupan bawang putih ini. (arh)