Sebar Meme Vulgar Rizieq Shihab, Dua Akun Facebook Dilaporkan

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 17:20 WIB
Sebar Meme Vulgar Rizieq Shihab, Dua Akun Facebook Dilaporkan Anggota FPI Novel Bamukmin melaporkan dua akun Facebook yang mengunggah meme vulgar dirinya dan petinggi FPI, Rizieq Shihab, dan Munarman. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akun Facebook atas nama Nabila Ramadani dan Sulasmiati Sul dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran mengunggah gambar meme Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Panglima FPI Munarman, dan anggota Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI Novel Bakmumin.

"Saya atas nama pribadi melaporkan ujaran kebencian karena ada foto wajah kami yang dipadu foto tubuh anak kecil lagi dikhitan dan terlihat vulgar," ujar Novel di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (9/5).

Dalam akun tersebut terlihat foto ketiganya mengenakan sorban. Namun, bagian badan diganti dengan badan anak kecil yang sedang jongkok tanpa mengenakan celana.


Novel melaporkan dua akun itu atas dugaan ujaran kebencian atau hate speech.

Dalam laporannya kali ini, Novel melampirkan bukti berupa tanda cetak gambar yang diposkan oleh akun tersebut. Laporan itu telah diterima pihak Bareskrim dengan nomor LP/B/616/V/2018/Bareskrim.

Novel menyesalkan tindakan kedua akun tersebut karena telah menghina ulama hingga aktivis yang selama ini memperjuangkan Islam.

Ia menduga banyak akun di media sosial yang menghina ulama tak lepas dari sikap kepolisian yang cenderung abai pada laporan.

"Sepertinya tren penghinaan ke ulama terus berlanjut karena laporan kami yang lain tidak ditindaklanjuti," katanya.

Novel diketahui beberapa kali melaporkan sejumlah kasus dugaan ujaran kebencian. Di antaranya, kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor politikus Partai NasDem Victor Laiskodat dan putri proklamator Sukmawati Sukarnoputri.

Namun menurutnya hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas dari kepolisian.

Novel pun mengaku tak bosan harus bolak-balik lapor polisi. Sebab, para pemilik akun media sosial itu juga tak jera menghina ulama. (arh/gil)