"Pertemuan ini lebih banyak Presiden ingin mendengarkan dulu. Pertemuan singkat tidak bisa dijelaskan secara detail," kata Juru Bicara Presiden, Johan Budi usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tadi, kata Johan, keluarga korban memberikan sejumlah berkas penyelidikan Komnas HAM yang hingga saat ini proses hukumnya belum berlanjut. Atas itu semua, Jokowi pun meminta waktu kepada keluarga korban untuk mempelajari berkas serta temuan-temuan Komnas HAM yang diterima hari ini.
"Disampaikan juga ke Pak Moeldoko kalau ingin menanyakan hari per hari perkembangan bisa ke Pak Moeldoko," tuturnya.
Tetapi, ia membantah tugas penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dilimpahkan ke mantan Panglima TNI itu.
"Bukan. Perkembangan tanya ke Pak Moeldoko, yang menangani ini Jaksa Agung dan Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan Komnas HAM.," ucap mantan juru bicara KPK ini.
Lihat juga:Jokowi Temui Peserta Aksi Kamisan |
"Bapak Presiden meminta kami mengejar-ngejar Bapak Moeldoko seandainya Bapak Presiden memberikan pengakuan terjadinya pelanggaran," ujar Sumarsih di Kompleks Istana Kepresidenan usai pertemuan.
Sumarsih adalah ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan, mahasiswa Universitas Realino Norma Irawan yang tewas akibat terjangan peluru pada Tragedi Semanggi I pada 1998 silam. (kid/wis)