Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi

RBC, CNN Indonesia | Minggu, 03/06/2018 03:36 WIB
Romi Bantah Kabar Kesepakatan Koalisi Soal Cawapres Jokowi Ketua umum PPP mengatakan partai-partai pendukung Jokowi akan kembali merapatkan barisan untuk Pilpres 2019 setelah Pilkada serentak 2018 berakhir. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy membantah pernyataan bahwa partai-partai koalisi pendukung presiden Jokowi telah sepakat calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang harus berasal dari partai politik.

Romahurmuziy yang kerap disapa Romy mengatakan tidak ada kesepakatan itu. Selain itu, Romy mengaku selama ini belum pernah ada pertemuan antara Jokowi dan partai-partai yang akan mendukungnya di Pilpres tahun depan.

Ia menjelaskan, selama ini Jokowi memang sudah melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah partai, tetapi belum pernah secara bersama-sama dengan seluruh partai pengusung.



"Yang ada adalah pertemuan-pertemuan bilateral antara PPP dengan Pak Jokowi, mungkin PKB dengan Pak Jokowi, mungkin partai lain dengan Pak Jokowi," kata Romy usai menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman pemilik Trans Corp, Chairul Tanjung, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).



Lebih lanjut, Romy menyatakan saat ini partai-partai masih fokus untuk memenangkan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan akhir bulan ini. Ia mengatakan, setelah Pilkada berakhir barulah partai-partai koalisi pendukung Jokowi akan berkumpul untuk membahas hal-hal terkait Pilpres, termasuk soal cawapres.


"Nanti setelah tanggal 27 Juni baru kita akan duduk bersama," ujar Romy.

Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan koalisi partai pendukung Jokowi sudah sepakat bahwa cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 harus berasal dari partai politik. 
Muhaimin atau yang sering disapa Cak Imin mengungkapkan hal itu pada acara buka puasa bersama di Masjid Baiturrahman yang berada di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa lalu (29/5).

(kid/kid)