"Kami minta dosen luar negeri yang sudah mengajar di Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia bisa menetap sekitar dua tahun agar hasilnya bisa maksimal. Data yang ada di Indonesia sudah ada ya berkisar 150-200 dosen luar negeri yang mengajar di Indonesia," kata Nasir di Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (3/6) seperti dikutip Antara.
"Tapi kalau bisa menetap selama dua tahun misalnya, maka hasilnya akan maksimal bagi mahasiswa yang belajar di S1,S2 juga S3," tambah Nasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dosen yang kita butuhkan yaitu dosen sains dan teknologi, sebagai usaha meningkatkan ekonomi di Indonesia," ujarnya.
Lihat juga:Menristekdikti Copot Dosen Berpaham Radikal |
Ia mencontohkan pada 2015 publikasi ilmu pengetahuan dari PT di Indonesia hanya sekitar 4.500 publikasi, masih kalah dibandingkan dengan Singapura dengan jumlah sekitar 8.000 publikasi.
"Dengan berbagai upaya akhirnya PT di Indonesia pada 2018 mampu mempublikasi ilmu pengetahuan dengan jumlah sekitar 9.500 publikasi, sedangkan Singapura hanya sekitar 8.000 publikasi," kata dia. (antara)