Takjil Mengandung Formalin Marak di Sejumlah Daerah

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 11:36 WIB
Takjil Mengandung Formalin Marak di Sejumlah Daerah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bandung melakukan penggerebekan pabrik mi berformalin, di Babakan Ciparay, Bandung, 2015. (Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangan mengandung bahan kimia berbahaya, seperti Formalin dan Rhodamin B, banyak ditemukan di sejumlah daerah. Sanksi terhadap pelaku diminta untuk diperberat. Sebab, kasus tersebut terus berulang.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta Sukriadi Darma menemukan takjil atau panganan untuk berbuka puasa mengandung Formalin dan pewarna tekstil Rhodamin B di Jakarta.

Temuan ini didapat dari inspeksi mendadak bersama Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kesehatan.


"Kami menemukan es pacar cina positif Rhodamin B, tahu berformalin, dan mie juga berformalin," kata Sukriadi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (6/6).

Menurutnya, takjil mengandung bahan berbahaya ditemukan di tiga titik, yaitu pusat penjualan takjil Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara; pusat takjil di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat; dan pusat takjil di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Sukriadi menambahkan BBPOM DKI Jakarta akan langsung menindaklanjuti temuan ini dengan penelusuran lebih lanjut dan jalur pidana.

"Semua yang mengandung bahan berbahaya langsung dimusnahkan dan dilakukan penelusuran ke sumber perolehan bahan berbahaya," imbuhnya.

Petugas BPOM mengecek sampel bahan makanan saat sidak pangan di Tebet, Jakarta, 2016.Petugas BPOM mengecek sampel bahan makanan saat sidak pangan di Tebet, Jakarta, 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Terpisah, Kepala Bidang Sertifikasi Informasi Layanan Konsumen BBPOM Banda Aceh Cut Safrina Indriawati mengaku menemukan kandungan zat berbahaya dalam pangan berbuka jenis mi, di Kabupaten Aceh Barat Daya dan di Kabupaten Aceh Selatan.

"Itu khususnya pada mi terutama sekali yang kami temukan. Kalau yang di Aceh Barat hasilnya negatif dari zat berbahaya, baik formalin maupun boraks dan pewarna," sebutnya, di Meulaboh, Selasa (5/6), dikutip dari Antara.

Hasil pemeriksaan dan temuan itu telah disampaikan kepada pemda setempat serta instansi teknis terkait untuk langkah pembinaan maupun sampai kepada pemberian sanksi.

Staf Bagian Layanan Informasi Konsumen Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jateng Eni Zuniati menambahkan pihaknya juga menemukan produk makanan ringan jenis rengginang singkong dan selondok, ikan asin teri, dan cumi-cumi mengandung Rhodamin B dan ikan asin mengandung formalin.

Hal itu didasarkan hasil penelitian atas sampel makanan yang diambil dari Pasar Rejowinangun, Magelang, Senin (4/6).

Selain itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Yulius Sacramento Tarigan mengaku pihaknya menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi industri cincau berformalin, di Desa Blankahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (26/5).

Pengungkapan kasus usus ayam berformalin di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.Pengungkapan kasus usus ayam berformalin di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Dari lokasi tersebut, BBPOM menyita sebanyak 6 ton cincau hitam mengandung formalin.

"Dari penggerebekan, kita menetapkan satu orang tersangka. Petugas juga menyita 300 cetak ember dan cetak lempeng lengkong. Selain itu ada juga puluhan liter formalin yang disita," ujarnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara minta agar produsen makanan mengandung formalin diberi hukuman berat.

"Pemilik industri pembuat lengkong yang bercampur bahan kimiawi itu, agar jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum," kata Ketua YLKI Sumut Abubakar Siddik, kepada Antara, Senin (4/6).

Selama ini, menurut dia, tersangka kasus formalin hanya mendapat hukuman ringan. Mereka pun tidak merasa takut menggunakan kembali bahan pengawet yang sangat berbahaya bagi kesehatan itu.

"Para pengusaha industri makanan dan minuman di Sumatera Utara banyak menggunakan formalin agar dagangan mereka itu dapat tahan lama," jelas Abubakar. (arh)