Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta Sukriadi Darma menemukan takjil atau panganan untuk berbuka puasa mengandung Formalin dan pewarna tekstil Rhodamin B di Jakarta.
Temuan ini didapat dari inspeksi mendadak bersama Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, takjil mengandung bahan berbahaya ditemukan di tiga titik, yaitu pusat penjualan takjil Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara; pusat takjil di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat; dan pusat takjil di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.
"Semua yang mengandung bahan berbahaya langsung dimusnahkan dan dilakukan penelusuran ke sumber perolehan bahan berbahaya," imbuhnya.
Petugas BPOM mengecek sampel bahan makanan saat sidak pangan di Tebet, Jakarta, 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Itu khususnya pada mi terutama sekali yang kami temukan. Kalau yang di Aceh Barat hasilnya negatif dari zat berbahaya, baik formalin maupun boraks dan pewarna," sebutnya, di Meulaboh, Selasa (5/6), dikutip dari Antara.
Hasil pemeriksaan dan temuan itu telah disampaikan kepada pemda setempat serta instansi teknis terkait untuk langkah pembinaan maupun sampai kepada pemberian sanksi.
Hal itu didasarkan hasil penelitian atas sampel makanan yang diambil dari Pasar Rejowinangun, Magelang, Senin (4/6).
Selain itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Yulius Sacramento Tarigan mengaku pihaknya menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi industri cincau berformalin, di Desa Blankahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (26/5).
Pengungkapan kasus usus ayam berformalin di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) |
"Dari penggerebekan, kita menetapkan satu orang tersangka. Petugas juga menyita 300 cetak ember dan cetak lempeng lengkong. Selain itu ada juga puluhan liter formalin yang disita," ujarnya.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara minta agar produsen makanan mengandung formalin diberi hukuman berat.
"Pemilik industri pembuat lengkong yang bercampur bahan kimiawi itu, agar jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum," kata Ketua YLKI Sumut Abubakar Siddik, kepada Antara, Senin (4/6).
Lihat juga:Waspadai Jajanan di Sekolah |
"Para pengusaha industri makanan dan minuman di Sumatera Utara banyak menggunakan formalin agar dagangan mereka itu dapat tahan lama," jelas Abubakar. (arh/wis)
Petugas BPOM mengecek sampel bahan makanan saat sidak pangan di Tebet, Jakarta, 2016. (
Pengungkapan kasus usus ayam berformalin di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. (