Baru Berdamai, Wagub Sandiaga dan Kepala Baznas Saling Sindir

DHF, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 22:54 WIB
Saling sindir antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Baznas Bambang Sudibyo hanya gurauan buat mencairkan suasana konflik. Saling sindir antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Baznas Bambang Sudibyo hanya gurauan buat mencairkan suasana konflik. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai langkah penyelesaian konflik soal pengelolaan zakat. Bazis DKI Jakarta mulai dilebur ke dalam naungan Baznas mulai hari ini, Kamis (7/6).

Meski begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Baznas Bambang Sudibyo sempat saling sindir saat keduanya bertemu. Mereka membuat lelucon dari pernyataan-pernyataan mereka saat masih berkonflik soal pengumpulan zakat.

"Selama ini saya tidak pernah mau menyebut nama Bazis DKI, tapi mulai hari ini karena Bazis DKI itu segera akan almarhum, ya saya sebut," kata Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Kamis (7/6).



Pernyataan itu pun sontak mengundang tawa dari seisi ruangan. Sandi yang duduk di sebelah Bambang pun ikut tertawa.

Bambang memang cukup keras menentang keberadaan Bazis DKI. Dia berkeras Baznas adalah satu-satunya lembaga pengelola ZIS yang diatur Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Di kesempatan yang sama, Sandi tak mau kalah. Dia menyindir Baznas dengan pernyataan Bambang yang menyebut Bazis DKI lembaga ilegal.

"Menurut Profesor (Bambang), sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan itu Itqun Minannar, menjauhkan kita dari api neraka. Jadi kalau ilegal itu neraka, api nerakanya menjilat-jilat gitu," kata Sandi sembari tertawa.


Meski saling sindir, mereka bersyukur akhirnya konflik pengelolaan ZIS di DKI Jakarta sudah selesai. Nantinya Bazis DKI akan berada di bawah Baznas.

Mereka diberikan waktu transisi selama tiga bulan untuk menyiapkan komisioner. Nama Bazis DKI juga akan diganti sesuai undang-undang. Baznas menyarankan mereka mengadopsi nama 'Baznas DKI'. (ayp/ayp)