Haryono mengatakan Yudi telah menyampaikan pengunduran diri melalui grup WhatsApp BPIP. Selain itu, dia juga mempublikasi perihal pengunduran diri tersebut di akun Facebook Yudi Latif Dua.
Haryono mengatakan belum ada pertemuan apapun dengan Yudi untuk membahas pengunduran diri tersebut. Dia pun kaget mengetahui kabar itu, padahal saat bertemu kemarin tak ada pembicaraan sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di masa transisi kelembagaan dari UKP-PIP ke BPIP, kata Haryono, lembaga ini belum bisa bergerak cepat. Bahkan saat ini BPIP masih dalam proses seleksi pejabat eselon 1 dan 2.
"Pak Yudi punya pikiran-pikiran ideal bagaimana mengarusutamakan Pancasila dan belum semuanya diaktualisasikan karena keterbatasan kelembagaan kami," ujar Haryono.
Mereka adalah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Muhammad Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj.
Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia sekaligus CEO Garudafood Group Sudhamek.
Lembaga tersebut ditugaskan memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program pembangunan pemerintah. UKP-PIP kemudian berubah bentuk menjadi BPIP, lembaga setingkat menteri.