JPO Tol Cikampek Diminta Dibenahi Cegah Pelemparan Batu

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 08/06/2018 23:17 WIB
JPO Tol Cikampek Diminta Dibenahi Cegah Pelemparan Batu Polres Metro Bekasi meminta Jasa Marga juga memasang kamera pengawas dan menambah lampu penerangan di setiap jembatan penyebarangan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Bekasi menyatakan telah menyarankan kepada Pemerintah Kota Bekasi dan Jasa Marga untuk perbaikan pagar jembatan penyeberangan yang rusak, di ruas Tol Cikampek. Itu harus dilakukan buat mencegah terulangnya aksi pelemparan batu yang menewaskan seorang pengemudi tengah melintas, pada Selasa (5/6) dini hari lalu.

"Memang ada rusak pagar, ini oleh Jasa Marga akan diperbaiki dan lampu ditambah dan CCTV," kata Kapolres Bekasi Kombes Indarto saat dihubungi, Jumat (8/6).

Pagar JPO yang ada saat ini, dikatakan Indarto sudah dalam keadaan rusak dan berlubang. Dia mengatakan juga meminta supaya pihak terkait mau memasang kamera pengawas (CCTV) dan lampu penerangan di lokasi tersebut.
Indarto mengatakan permintaan tersebut juga berkaitan dengan keamanan para pengemudi untuk melakukan kegiatan mudik saat melintasi tol menuju ke arah Cikampek.


"Saya sudah berkoordinasi dengan Pemkot dan Jasa Marga untuk memperbaiki jembatan sehingga tertutup oleh pagar. Insyaallah besok sudah lengkap, itu membuat tidak mungkin bagi yang lewat untuk iseng-iseng lempar sesuatu, enggak bisa karena sudah ditutup pagar," tuturnya.

Selain itu, Indarto mengatakan pihaknya juga telah menyiagakan dua polisi berseragam dengan senjata, dan dua lainnya berpakaian bebas di setiap jembatan penyeberangan yang berada di atas tol.

Peristiwa pelemparan batu tersebut telah menewaskan seorang pengendara mobil Toyota Calya berinisial SM. Dia meninggal akibat sebuah batu koral sebesar bola sepak menimpa mobil yang tengah dikemudikannya. Diduga batu itu sengaja dijatuhkan.


SM sempat menepi setelah mobilnya tertimpa batu tersebut. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan karena cedera berat pada bagian dada sebelah kiri dan dagu.

Selain mobil Calya, satu mobil Avanza juga menjadi korban pelemparan batu. Namun, penumpangnya hanya mengalami luka-luka akibat pelemparan itu. Mereka adalah SP dan SA. Tiga buah batu berukuran cukup besar diamankan sebagai barang bukti. Polisi sempat menangkap satu orang yang dicurigai, tetapi kemudian dibebaskan karena tidak terbukti melakukan perbuatan itu. (ayp/ayp)