Din Syamsuddin Nilai Amien Wajar Minta Jokowi Satu Periode

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Sabtu, 09/06/2018 19:53 WIB
Din Syamsuddin Nilai Amien Wajar Minta Jokowi Satu Periode Din Syamsuddin angkat bicara soal Amien Rais. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai permintaan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kepada Presiden RI Joko Widodo untuk tidak melanjutkan kepemimpinannya menjadi dua periode wajar dilakukan.

"Tentu itu hak dan pikiran Pak Amien Rais yang di era reformasi ini seorang punya hak berbicara," ujarnya di acara buka bersama Partai PAN di kediaman Zulkifli Hasan, Sabtu (9/6).


Kendati demikian, Din menilai jika Jokowi juga memiliki hak dan pikiran yang sama untuk menjabat presiden selama dua periode.


"Kalau saya Pak Amien punya hak bicara itu, Pak Jokowi punya hak untuk maju dua kali dan karena dimungkinkan oleh konstitusi dan UUD bebas saja di era demokrasi sekarang," tuturnya.


Amien dikenal kerap mengkritik ambisi Jokowi yang ingin kembali berkuasa di periode selanjutnya. Sebelumnya, Amien mengaku berdasarkan hasil survei yang ia peroleh, elektabilitas Jokowi saat ini berada di angka 50 persen.

Ia menyebut dengan elektabilitas sebesar itu, maka kecil kemungkinan Jokowi akan kembali terpilih di periode kedua.

"Untuk menang kembali itu seperti mission imposible," ujar Amien.

Amien Rais hadir di buka bersama Ketum PAN. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

Amien juga pernah menyatakan janji Nawacita Jokowi tidak ada yang terealisasi. Ia menyebut Nawacita Jokowi menjadi 'Nawasengsara'.

Lebih dari itu, Amien mengungkapkan sejumlah kegagalan Jokowi. Menurutnya hal itu terlihat dari banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia. Selain itu, Jokowi juga gagal mewujudkan janjinya membuat Dolar menjadi Rp10 ribu.


Atas kegagalan itu, Amien berharap Jokowi tidak berambisi untuk kembali menjadi Presiden. Jokowi diharapkan legowo memberi kesempatan bagi orang lain memimpin demi kebaikan demokrasi.

"Kalau memang tidak berhasil ya sudah. Itu namanya demokrasi. Tidak boleh sudah jelas melorot masih nekat terus," ujarnya. (DAL/DAL)