Cak Imin Soal Kritik Amien: Banyak Hal Yang Dilakukan Jokowi

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 11/06/2018 00:02 WIB
Cak Imin Soal Kritik Amien: Banyak Hal Yang Dilakukan Jokowi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, di Jakarta, belum lama ini. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai wajar kritik kepada Presiden Joko Widodo. Namun, ia menyebut sudah banyak hal yang dihasilkan oleh Pemerintah.

"Itu biasa di demokrasi, demokrasi kan saling mengkritik," ujar Muhaimin usai melepas keberangkatan mudik bersama di halaman parkir Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (10/6).

"Tapi banyak hal yang dilakukan Pak Jokowi harus diakui, meski ada beberapa hal yang harus diperbaiki," imbuhnya.

Hal itu dikatakannya menanggapi sejumlah kritik yang datang dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kepada Presiden Jokowi dalam acara buka bersama di rumah dinas Ketua MPR Zulkfili Hasan, Jakarta, Sabtu (9/6) kemarin.

Kala itu Amien menyebut karut-marut yang timbul di periode pemerintahan saat ini bersumber dari "kepalanya". Ia mengumpamakan "ikan mulai membusuk melalui kepalanya, bukan ekor maupun sirip dan perut".

"Kalau negeri ini yang demikian besar mulai oleng, utang sudah gede, infrastruktur ke semua asing, kemudian juga Meikarta juga mangkrak, reklamasi Jakarta juga lebih mangkrak lagi, siapa yang salah ya? Kepalanya. Makanya perlu ganti presiden," cetus Amien.

Cak Imin menekankan bahwa pemerintahan Jokowi juga punya sejumlah prestasi yang tak bisa diabaikan begitu saja. Misalnya, dalam bidang infrastruktur dan keuangan negara.

"Tol bagus, jalan layang bagus, perbatasan bagus. Yang kedua, keberanian menata APBN," lanjutnya.

Kendati demikian masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang menurut Muhaimin yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah bidang perdagangan.

Ia menyentil situasi negara yang dibanjiri oleh produk luar negeri. Hal itu menurutnya menyurutkan produsen dalam negeri.


(arh/arh)