Wagub Sandiaga Sebut Harga Daging Naik Tapi Terjangkau

DHF, CNN Indonesia | Selasa, 12/06/2018 01:05 WIB
Wagub Sandiaga Sebut Harga Daging Naik Tapi Terjangkau Sandiaga memperingatkan pedagang tidak kelewatan mengambil untung, atau Pemprov DKI bakal menggelar operasi pasar buat menekan harga. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim harga bahan pangan di Jakarta, khususnya daging sapi, menjelang Lebaran tahun ini lebih stabil dibanding. Meski demikian, dia menyatakan kenaikan tetap terjadi dianggap masih terjangkau.

"Harga daging sedikit meningkat, tapi masih dalam batas toleransi dan ini secara umum lebih baik dari tahun lalu. Harga-harga gejolaknya lebih baik dari tahun lalu," kata Sandiaga usai mengunjungi Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/6).

Menurut Sandiaga, kenaikan harga bahan pangan pada tahun ini hanya berkisar lima hingga sepuluh persen. Menurut dia, kenaikan harga bukan terjadi karena tersendatnya pasokan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, hal itu dipicu langkah pedagang memanfaatkan momen Lebaran demi meraup untung.



Sandiaga menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan menambah pasokan pangan beberapa hari ke depan. Hal ini bertujuan menambah penawaran sehingga diharapkan harga di pasar bisa turun. Namun, jika para pedagang masih berkeras menjual dengan harga tinggi, dia menyatakan bakal melakukan langkah intervensi dengan menggelar bazar murah.

"Kalau pedagang tidak bekerja sama, kita akan banjiri dengan bazar murah. Kemarin kan kita tahan karena kita tak ingin pedagang rugi selama periode ini, tapi kalau pedagang tidak bisa bekerja sama, kami akan punya mekanisme bekerja sama dengan Bulog dengan melakukan bazar murah," ujar Sandi.

Saat ini berdasarkan data yang dilansir infopangan.jakarta.go.id mulai hari ini, harga daging sapi di Jakarta rata-rata Rp118.788 per kilogram.


Harga tertinggi ada di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yaitu Rp130 ribu per kilogram. Sementara harga terendah ada di Pasar Pesanggrahan, Jakarta Barat, yakni Rp110 ribu per kilogram. (ayp/ayp)