Cerita Iriawan saat Dikabari Jadi Gubernur di Malam Lebaran

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Senin, 18/06/2018 13:29 WIB
Cerita Iriawan saat Dikabari Jadi Gubernur di Malam Lebaran Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M. Iriawan (kiri) mengambil sumpah jabatan saat pelantikan Penjabat Gubernur Jabar di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/6). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia -- Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol Mochamad Iriawan mengaku kaget ketika diberi tahu oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan menjabat sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

"(Dihubungi Mendagri) itu lebaran kedua, jam 8 malam dikasih tahu kabar ini, kaget tentunya," kata Iriawan usai dilantik menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, di Gedung Merdeka Bandung, seperti dikutip Antara, Senin (18/6).

Saat dihubungi Mendagri, Iriawan dan keluarga sedang berada di Surabaya.


"Sedang bersilaturahim dengan besan makanya langsung kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan," kata Iriawan.

Pria yang karib disapa Iwan Bule itu mengatakan siap melaksanakan tugas dan kewajibannya yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri kepada dirinya terkait tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

"Kami prajurit sejati apapun yang diperintahkan oleh negara akan dilaksanakan, kami siap," katanya.


Iriawan berjanji akan fokus melayani masyarakat Jawa Barat selama menjabat sebagai pj. Terkait dengan pelaksanaan Pilkada Jawa Barat 2018, dia akan menekankan tentang netralitas ASN di Pemprov Jawa Barat.

"Tentunya, kami akan mengawasi ASN untuk netral, jelas itu prinsip kami," ujar mantan Kapolda Jabar dan Metro Jaya ini.

Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan yang masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat habis pada 13 Juni 2018.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Komjen Pol Drs Mochamad Iriawan SH MM MH sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Gedung Merdeka, Bandung.

Pengangkatan Iriawan sempat menimbulkan polemik, karena pemerintah pernah membatalkan rencana mengangkat Iriawan sebagai Pj, pada Februari silam.