Survei: Jokowi Unggul di Jateng dan Jabar Ketimbang Prabowo

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 20:44 WIB
Survei: Jokowi Unggul di Jateng dan Jabar Ketimbang Prabowo Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Joko Widodo menjadi pilihan masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam survei terbaru yang dilakukan lembaga Indo Barometer pada 7 sampai 13 Juni 2018. Jokowi lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto di dua provinsi di Pulau Jawa itu.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 27 kabupaten/kota Jawa Barat dan 800 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota seluruh Jawa Tengah.

Untuk di Jawa Barat, Jokowi mendapat suara sebanyak 33,6 persen, disusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 22,8 persen, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,5 persen.


Kemudian Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo 0,5 persen, Ketua DPD Oesman Sapta Odang 0,4 persen, dan nama-nama lainnya 0,6 persen, serta tidak memilih/menjawab sebesar 40,6 persen.

"Karena ini masuk tahun politik, kita survei juga untuk calon presiden. Dari pertanyaan terbuka, nama calon presiden yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat adalah Joko Widodo 33,6 persen. Kemudian Prabowo Subianto 22,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari di Jakarta, Rabu (20/6).

Qodari melanjutkan dengan simulasi 20 nama calon presiden berupa pertanyaan tertutup yang diajukan kepada para responden, nama Jokowi juga masih teratas dibanding nama-nama lainnya.

Jokowi mendapat suara sebanyak 40,8 persen, Prabowo 28,2 persen, Gatot 2,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,9 persen, Hary Tanoe dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 0,5 persen, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 0,3 persen.
Kemudian Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Romahurmuzy, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto masing-masing 0,1 persen.

Nama-nama lain seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasa, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Kepala BIN Budi Gunawan, hingga Presiden PKS Sohibul Iman tak mendapat suara.

Sama seperti di Jawa Barat, Jokowi unggul dibanding Prabowo di Jawa Tengah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendapat suara sebanyak 71 persen, diikuti Prabowo 11,6 persen, Anies 0,6 persen, AHY 0,5 persen, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 0,4 persen, nama lainnya 1,3 persen. Sementara tidak menjawab 14,6 persen.

"Ini maklum ada nama SBY karena pertanyaan terbuka," tutur Qodari.

Sementara dalam pertanyaan tertutup dengan simulasi 20 nama calon presiden, Jokowi masih unggul dibanding nama-nama lainnya.

Jokowi mengantongi 74,1 persen, Prabowo 12 persen, Gatot 1 persen, Anies 0,8 persen, AHY 0,6 persen, Airlangga 0,3 persen, Megawati, Romi, dan Hary Tanoe masing-masing 0,1 persen.

Puas dengan Kinerja Jokowi

Dari survei terbaru Indo Barometer ini, masyarakat di Jawa Barat dan Jawa Tengah juga merasa puas dengan kinerja Jokowi.

Responden di Jawa Barat yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebesar 60,2 persen. Sementara yang tidak puas 33,6 persen dan tidak menjawab 6,2 persen.

Jokowi pun masih diinginkan kembali menjadi Presiden Indonesia 2019-2024. Sebanyak 43,7 persen warga Jawa Barat menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden, sementara tidak menginginkan kembali 30,6 persen.
Sedangkan responden di Jawa Tengah yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebesar 87 persen, tidak puas 12,3 persen, dan tidak menjawab 0,3 persen.

Selain itu, mayoritas responden di Jawa Tengah sebesar 79,4 persen menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden. Sementara yang tidak menginginkan kembali Jokowi menjadi presiden hanya 11,1 persen.

Qodari menyebut metodelogi survei di Jawa Barat dan Jawa Tengah sedikit berbeda. Untuk di Jawa Barat, metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara di Jawa Tengah, metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling, engan margin of error sebesar 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kedua survei sama-sama menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Berubah Signifikan di Jabar

Usai memaparkan hasil survei, Qodari mengatakan terjadi perubahan yang signifikan pada hasil survei calon presiden di Jawa Barat dengan suara dalam Pilpres 2014. Pada pesta demokrasi terakhir, Prabowo unggul jauh dari Jokowi dengan selisih sekitar 20 persen.

"Tetapi sekarang situasinya sudah berbalik, Jokowi kita lihat sudah 41 persen, Prabowo 31 persen, yang belum memutuskan sekitar 30 persen," kata Qodari.

Qodari menilai tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi yang mengubah konstelasi politik di Tanah Pasundan tersebut. Meskipun demikian, menurut dia, nama Jokowi maupun Prabowo masih dominan sebagai calon presiden 2019-2024.

"Jadi tingkat kepuasan dan kinerja jokowi selama ini kelihatannya mengubah konstelasi politik di Jawa Barat," tuturnya.
(ugo/asa)