"Bukan negara di dalam negara, tapi negara di atas negara," kata Amien lewat akun instagram amienraisofficial, Jumat (22/6).
Salah satu contoh fenomena negara di atas negara yang dimaksud Amien adalah keberadaan perusahaan Amerika Serikat di tanah Papua, Freeport-McMoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien Rais sebut Freeport merampok kekayaan Papua. (Dok. PT Freeport Indonesia) |
Amien kemudian menyinggung soal tailing atau limbah sisa tambang yang merupakan pasir buangan dari Freeport. Menurutnya, berdasarkan laporan yang ia baca dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), jika tailing itu dipindahkan ke Jakarta, maka luasnya bisa mencapai 661 km persegi.
Untuk itu menurut hemat Amien, presiden baru yang terpilih pada pilpres 2019 harus menghadirkan demokrasi inklusif. Semua anak bangsa dirangkul dan tidak boleh ada yang didiskriminasi. Dengan begitu, kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia akan kembali diraih.
"Akhiri fenomena negara di atas negara. Insya Allah semoga kita bisa merekonstruksi lagi negeri kita ini. Dengan Presiden baru mendatang. Entah siapapun, tapi itulah anjuran sata," tambahnya.
Terkait dengan hal tersebut, Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan pihaknya tak akan menanggapi pernyataan tersebut.
"Maaf saya tidak mau menanggapi tudingan yang tidak ada dasarnya," kata dia, ketika dikonfirmasi pada hari ini.
[Gambas:Instagram] (dal/asa)
Amien Rais sebut Freeport merampok kekayaan Papua. (Dok. PT Freeport Indonesia)