Sekjen Akui Keuangan Gerindra Terbatas

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 18:55 WIB
Sekjen Akui Keuangan Gerindra Terbatas Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengakui keuangan Gerindra untuk membiayai segala agenda politiknya terbatas. Hal itu menanggapi program penggalangan dana dari masyarakat bagi Gerindra yang dicetuskan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Menurutnya, pembiayaan politik di masa depan akan lebih besar ketimbang di masa sebelumnya.

"Jujur saja perjuangan yang besar, perjuangan yang berat memerlukan dana perjuangan yang besar. Dan kemampuan kami untuk membiayai perjuangan ini terbatas," ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/6).


Muzani menuturkan Gerindra memiliki keterbatasan sumber pembiayaan politik, khususnya untuk pemilu. Meski tidak merinci, Muzani menyebut salah satu sumber anggaran Gerindra berasal dari sumbangan kader yang duduk di parlemen.

Sumber pendanaan lain, kata dia, didapat dari sumbangan perorangan yang tidak bisa dibeberkan ke publik.
Khusus anggaran anggota dewan, baik di DPR hingga di DPRD, Muzani menghitung hanya mencapai 20 persen dari total anggaran yang dirancang oleh Gerindra.

"Sehingga hal-hal itu yang menyebabkan kami harus melakukan hal (penggalangan dana) seperti itu," ujarnya.

Muzani tidak memungkiri penggalangan dana dari masyarakat untuk kepentingan partai merupakan hal yang tak lazim.

Sebab, ia menyebut politisi di Indonesia kebanyakan sudah mempersiapkan modal sebelum terjun ke politik.

Akan tetapi, ia menilai ide Prabowo untuk menggalang dana dari masyarakat merupakan bentuk kejujuran atas kondisi partai Gerindra saat ini.

"Tapi saya kira apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo adalah sebuah kejujuran, sebuah keadaan yang menggambarkan apa adanya tentang posisi beliau," ujarnya.

Di sisi lain, Muzani mengklaim penggalangan dana bukan diarahkan untuk mendulang elektabilitas. Program itu murni untuk pembiayaan partai ke depan.

Sebab, ia menyebut pemilih Gerindra saat ini diklaim semakin bertambah meski tidak ada program tersebut.

"Selain insentif materi, barangkali ada insentif elektabilitas yang bisa digalang tetapi kami menyampaikan ini sebagai sebuah keadaan yang sebenarnya. Dan kami jujur saja, kami punya cita-cita yang tulus dan semangat tetapi pembiayaan politik yang besar ini harus bisa digotong bersama-sama," ujar Muzani.

Sebelumnya, Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan gerakan penggalangan dana untuk kepentingan operasional politik Gerindra.

Prabowo berkata penggalangan dana lantaran tingginya biaya politik saat ini. Akibat hal itu, banyak politisi yang terjerat korupsi.

Prabowo berharap penggalangan dana itu dapat memberi modal bagi tokoh potensial yang mengalami keterbatasan anggaran untuk ikut pemilu.

Informasi penggalangan dana Gerindra dapat di akses di aplikasi Telegram. Gerindra membuat akun khusus @GalangPerjuangan_bot untuk memberi informasi kepada donatur. (ugo)