Politikus PKS: Prabowo Jujur Tak Punya Uang

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 19:22 WIB
Politikus PKS: Prabowo Jujur Tak Punya Uang Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai Prabowo Subianto sedang berbicara jujur bahwa saat ini tidak memiliki banyak uang untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

Menurut Mardani, hal itu tak lepas dari kekalahan Prabowo dua kali dalam Pilpres 2009 dan 2014.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra mengajak masyarakat menyumbangkan dana kepada partainya untuk bekal menghadapi Pemilu 2019.


"Menurut saya Pak Prabowo sedang jujur tidak punya uang. Dua kali maju pilpres dan kalah itu habis-habisan," kata Mardani di sela acara diskusi di Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (22/6).

Mardani menilai langkah Prabowo merupakan wujud pemimpin yang baik lantaran berani jujur kepada masyarakat. Terlebih, katanya, jauh lebih baik jika dana Partai Gerindra berasal dari pemilihnya daripada berasal dari pihak yang tidak dipegang komitmennya terhadap kemajuan bangsa.

Mardani menyebut pihak lain itu sebagai cukong.

"Pak Prabowo jujur dan bagi siapa pun yang ingin memilih, bantulah Pak Prabowo," katanya.


Mardani juga menilai Prabowo kreatif karena menggalang dana langsung dari masyarakat.

Menurutnya, selama ini pola demikian memang telah berjalan dalam kegiatan sosial. Namun, jika hal itu diterapkan dalam politik, akan ada dampak baik kepada politik yang selama ini kerap dicitrakan buruk oleh publik.

"Kalau public funding-nya tinggi ini tanda masyarakat mulai partisipatif. Justru partisipasi publik akan keliatan. Politik ini berjarak atau enggak dengan publik," katanya.

Mardani menampik langkah Prabowo tersebut meniru langkah Presiden Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Menurutnya, bahkan, PKS sudah melakukan itu terlebih dahulu sejak lama.

"PKS sudah duluan. Kami punya Galibu, gerakan 50 ribu," ujar Mardani.

Prabowo mengajak masyarakat menyumbangkan dana kepada Partai Gerindra untuk menghadapi Pemilu 2019. Prabowo mengutarakan hal tersebut melalui video yang diunggah akun Facebook pribadinya.


Mengakomodasi Tokoh Potensial

Namun di sisi lain, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan penggalangan dana itu untuk mengakomodasi tokoh potensial yang tidak memiliki uang saat Pemilu.

"Penggalangan donasi itu bukan karena Gerindra kekurangan uang. Tapi sekarang banyak tokoh yang punya kapasitas, rekam jejak, kapabilitas tapi tidak punya uang," ujar Andre.


Dia menuturkan Gerindra melihat banyak tokoh potensial terpaksa meminjam uang kepada pemilik modal untuk untuk ikut Pemilu. Akibat hal itu, para tokoh tersebut mengedepankan kepentingan pomodal ketimbang masyarakat.

Andre mengklaim penggalangan dana bukan hal baru bagi Gerindra. Ia berkata internal Gerindra sejak lama menggalang dana untuk mendukung pemenangan pihak yang didukung. (ugo/asa)