Tito menyebut beberapa orang dari terduga teroris tersebut telah diciduk polisi di Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/6).
"Penangkapan setidaknya ada 13 orang yang ditangkap termasuk di Depok yang bersangkutan ditembak mati tapi ada yang hidup juga," kata Tito di Mabes Polri Jakarta, Senin (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menjelaskan, pemilihan Pilkada sebagai momen para terduga teroris melakukan aksinya berkaitan dengan keyakinan yang dianut mereka. Polisi pun mengadakan penyergapan, meski sempat dilawan oleh para terduga teroris dengan senjata.
"Kita deteksi ada beberapa orang yang mungkin akan menganggu tempat pemungutan suara (TPS). Kami sudah deteksi dan kalkulasikan," lanjutnya.
Meski begitu, Tito menyebutkan masyarakat tak perlu khawatir untuk datang ke TPS.
Tito menyebut pihak Kepolisian sudah menyiapkan anggota guna mengamankan pelaksanaan Pilkada 2018 yang serentak dilakukan di 171 daerah di Indonesia.
Selain itu Tito juga menyebut ada lima daerah yang rawan bentrok pada pilkada mendatang. Namun lagi-lagi Tito enggan merinci secara detail daerah mana saja yang terindikasi rawan tersebut.
"Prinsip kita preventif sudah kita lakukan. Kita minta agar masyarakat jangan takut ke TPS," tutup dia.
Sabtu (23/5) kemarin polisi menangkap sebanyak tiga teroris di kawasan Depok, Jawa Barat. Mereka adalah AS dan AZA alias MRS ditangkap di dua tempat berbeda yakni Mekarsari dan Sukamajaya.
AS dan AZA ditembak mati oleh petugas lantaran melakukan perlawanan. Sementara MM masih dalam pemeriksaan polisi. Ketiganya adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bogor. (end)