Dikutip dari Antara, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menyebut bahwa kedua terduga pelaku melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Ada dua pelaku yang diamankan bersama mobil yang digunakan," kata Condro di Semarang, Rabu (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, laporan itu ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke Telkom. Dari penelusuran ini diketahui keberadaan kedua terduga pelaku.
Meskipun satu mobil yang diduga merupakan mobil dinas pemerintah, Condro menyebut kedua terduga pelaku bukan merupakan aparat sipil negara (ASN).
Menurut Condro, dua orang yang diamankan ini berasal dari dua daerah berbeda. Satu orang berasal dari Klaten, dan satu orang lainnya merupakan warga Batang.
Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini dua orang itu dalam proses perjalanan menuju kantor polisi.
"Dua orang, masih didalami," kata Agus kepada CNNIndonesia.com.
Condro bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto memantau sejumlah lokasi pemungutan suara Pilkada yang tergolong rawan.
Pantauan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB diawali dengan mendatangi TPS Khusus yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Kedungpane Semarang.
Lapas tersebut dihuni 721 narapidana dan warga binaan yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Panitia Pemungutan Suara (PPS) Ngaliyan Semarang mendirikan 3 TPS di lokasi ini.
Di Lapas Kedungpane juga terdapat tujuh napi kasus terorisme. Namun hanya beberapa yang bisa menggunakan hak pilihnya karena sebagian dari mereka bukan warga Jawa Tengah.
"Ini kan TPS Khusus. Info awal napi teroris menolak memilih, tapi tadi dari pak Kalapas menyebut karena bukan warga Jateng dan ada yang divonis hukuman seumur hidup dan hukuman mati. Ada juga yang karena belum punya KTP elektronik," kata Condro.
Usai menyambangi Lapas Kedungpane Semarang, pantauan dilanjutkan ke Magelang dengan menggunakan Heli MI-2 milik TNI Angkatan Darat.
Di Kabupaten Magelang ini, warga harus mencoblos dua surat suara yakni Gubernur-Wakil Gubernur Jateng dan Bupati-Wakil Bupati.
Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto bersyukur karena kondisi alam dan cuaca pada hari ini seperti mendukung perhelatan pesta demokrasi di Jawa Tengah.
"Bersyukur Merapi nya sedang tenang meski status masih Waspada. Warga juga tidak ada yang mengungsi, jadi hampir secara keseluruhan warga antusias datang ke TPS untuk mencoblos", terang Pangdam IV Diponegoro Mayjen Wuryanto.
