Mendagri Sebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia

Bimo Wiwoho & Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 12:35 WIB
Mendagri Sebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Anies Baswedan tidak hanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, tetapi juga gubernur Indonesia.

Menurut Tjahjo, Anies adalah gubernur Indonesia karena tidak menghalangi warga dari berbagai daerah untuk datang ke Jakarta.

Tjahjo mengutarakan hal tersebut kala memberi sambutan di acara pengukuhan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/7).


"Inilah pentingnya forum ini. Saling memberikan masukan. Banyak hal-hal yang terkait. Yang paling berat itu Pak Anies. Pak Anies itu Gubernur DKI Jakarta, tapi ya juga gubernur Indonesia," imbuh Tjahjo.

Usai memberi sambutan, Tjahjo menjelaskan maksud menyebut Anies sebagai gubernur Indonesia. Tjahjo mengatakan bahwa ada gubernur Jakarta terdahulu yang mengimbau warga agar tidak membawa sanak keluarga atau teman datang ke Jakarta. Biasanya, imbauan itu dilontarkan pada masa mudik lebaran.
Mendagri Sebut Anies Baswedan Gubernur IndonesiaMendagri Tjahjo Kumolo menyebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)

Menurut Tjahjo, berbeda halnya dengan Anies. Tjahjo menilai Anies menampung semua warga dari berbagai daerah jika ingin mengadu nasib di Jakarta.

"Kami mengapresiasi pada Pak Anies bahwa DKI Jakarta itu milik warga Indonesia," tutur Tjahjo.

Tjahjo lalu menegaskan bahwa Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Setiap warga negara, lanjutnya, berhak tinggal dan mencari kerja di ibu kota negara. Hak itu tidak hanya melekat pada warga Jakarta semata, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia.

"Semua penduduk Indonesia punya hak untuk cari pekerjaan, untuk tinggal, asal memenuhi persyaratan," katanya.

Tjahjo kemudian membantah dirinya menyebut Anies sebagai gubernur Indonesia lantaran pilpres semakin dekat. Terlebih, ada pula kabar bahwa Anies bakal dicalonkan menjadi peserta Pilpres 2019.
Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sempat melontarkan pernyataan bahwa Anies berpotensi menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Terkait wacana Anies dicalonkan ini, Tjahjo enggan berkomentar.

"Tanya Pak Anies. Saya tidak ada urusan sama itu. Itu haknya pak Anies," ujar Tjahjo.

Sementara, Anies sendiri mengaku kaget atas ucapan Tjahjo yang menyebutnya sebagai Gubernur Indonesia.

"Saya juga kaget disebut gubernur Indonesia sama pak mendagri," kata Anies.

Anies pun mengakui tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta memang ini besar.

"Tanggung jawab di DKI ini besar tapi belum tentu berat. Besar kecil ada ukurannya, berat ringan urusan perasaan," ujarnya.
(ugo/ugo)