Menurut Tjahjo, Anies adalah gubernur Indonesia karena tidak menghalangi warga dari berbagai daerah untuk datang ke Jakarta.
Tjahjo mengutarakan hal tersebut kala memberi sambutan di acara pengukuhan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai memberi sambutan, Tjahjo menjelaskan maksud menyebut Anies sebagai gubernur Indonesia. Tjahjo mengatakan bahwa ada gubernur Jakarta terdahulu yang mengimbau warga agar tidak membawa sanak keluarga atau teman datang ke Jakarta. Biasanya, imbauan itu dilontarkan pada masa mudik lebaran.
Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Menurut Tjahjo, berbeda halnya dengan Anies. Tjahjo menilai Anies menampung semua warga dari berbagai daerah jika ingin mengadu nasib di Jakarta.
Tjahjo lalu menegaskan bahwa Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia. Setiap warga negara, lanjutnya, berhak tinggal dan mencari kerja di ibu kota negara. Hak itu tidak hanya melekat pada warga Jakarta semata, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia.
"Semua penduduk Indonesia punya hak untuk cari pekerjaan, untuk tinggal, asal memenuhi persyaratan," katanya.
Tjahjo kemudian membantah dirinya menyebut Anies sebagai gubernur Indonesia lantaran pilpres semakin dekat. Terlebih, ada pula kabar bahwa Anies bakal dicalonkan menjadi peserta Pilpres 2019.
"Tanya Pak Anies. Saya tidak ada urusan sama itu. Itu haknya pak Anies," ujar Tjahjo.
Sementara, Anies sendiri mengaku kaget atas ucapan Tjahjo yang menyebutnya sebagai Gubernur Indonesia.
"Saya juga kaget disebut gubernur Indonesia sama pak mendagri," kata Anies.
Anies pun mengakui tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta memang ini besar.
"Tanggung jawab di DKI ini besar tapi belum tentu berat. Besar kecil ada ukurannya, berat ringan urusan perasaan," ujarnya.
Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut Anies Baswedan Gubernur Indonesia. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)