Anies Ungkap Obrolan di Mobil Dinas JK Menuju Balai Kota

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 14:14 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan membicarakan banyak hal ketika satu mobil bersama Wapres Jusuf Kalla menuju Balai Kota beberapa waktu lalu. Gubernur DKI Anies Baswedan membicarakan banyak hal ketika satu mobil bersama Wapres Jusuf Kalla menuju Balai Kota beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara banyak hal ketika duduk satu mobil bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.

Beberapa bahasan di antaranya, kata Anies, berkaitan dengan masalah pelaksanaan Asian Games 2018.

Anies membantah di mobil itu ada perbincangan terkait persoalan Pilpres 2019.


"Tidak ada yang dibahas kalau (Pilpres) 2019," kata Anies di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/7).


Selain membahas soal Asian Games, Anies menyebut dirinya dan JK juga membahas perihal pelaksana Pilkada Serentak 2018 yang berjalan dengan lancar.

"Jadi bicara macam-macam kita bicarakan," ujarnya.
Anies Ungkap Obrolan saat Diantar JK Pakai Mobil Dinas RI 2Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengantar Gubernur DKI Anies Baswedan ke Balai Kota dengan mobil dinas RI 2. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Anies diketahui satu mobil bersama JK, Jumat (28/6) pekan lalu. JK saat itu mengantar Anies menggunakan mobil dinas RI 2 usai meninjau sejumlah venue untuk Asian Games 2018.

Menurut Anies, momen saat JK mengantarnya dengan mobil ke Balai Kota merupakan hal yang patut dicontoh.

Anies mengaku saat itu sudah meminta diturunkan di kantor Wapres JK tetapi justru diantar sampai ke Balai Kota.

"Saya rasa ini adab, contoh yang baik yang jadi rujukan kita semua bahwa ketika ada yang menumpang saya diajak, beliau antarkan sampai ke tempat saya bekerja bukan saya turun di tengah jalan. Ini menurut saya satu etika yang baik dari seorang pemimpin," tuturnya.

Anies sendiri kerap disebut akan berpeluang untuk ikut dalam bursa Pilpres 2028.

Nama Anies belakangan muncul sebagai kandidat capres di internal PKS. Gubernur DKI Jakarta itu juga kerap disebut-sebut cocok dengan Aher sebagai pasangan dari PKS dalam kontes Pilpres 2019.

"Mungkin saja kalau partai-partai mendukung beliau dan kemungkinan rakyat memenangkan beliau jadi presiden," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Senin (2/7).
(gil)