Presiden PKS Sebut Mahathir Effect Picu Wacana JK Jadi Capres

SAH, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 22:00 WIB
Kemenangan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia, menurut Presiden PKS turut memicu lahirnya wacana tokoh tua seperti JK dan Amien Rais menjadi capres. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyebut wacana Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais maju sebagai calon presiden di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah akibat efek Mahatir (Mahathir Effect).

Mahathir Effect merujuk pada keberhasilan Mahathir Mohammad menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah menang di Pemilu 2018.

Saat terpilih Mahathir berusia 92 tahun. Sedangkan Amien telah berusia 74 tahun dan JK berusia 76 tahun.



"Bagus juga, semua silakan. Kan, sekarang ada Mahathir effect, jadi semua pada ingin nyalon, silakan saja," ujar dia kepada pewarta saat ditanya mengenai kemungkinan JK dan Amien maju sebagai capres di Pilpres 2019 di DPP PKS, Jakarta, Senin (2/7).

JK diwacanakan maju sebagai capres dengan Agus Harimurti sebagai cawapres. Sementara wacana Amien maju sebagai capres muncul setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengutarakan kemungkinan tersebut.

Menurut Sohibul semakin banyak calon di Pemilihan Presiden 2019 akan semakin baik.


"Ya baik-baik aja, saya kira makin banyak calon makin baik," ujar dia.

Wacana JK maju sebagai cawapres salah satunya dikemukakan oleh politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Ketua DPP Demokrat ini mengatakan putusan MK yang menolak gugatan terkait pencalonan JK sebagai cawapres justru memotivasi partainya untuk mengusung JK sebagai capres di Pilpres 2019.

Di sisi lain, Sohibul memilih berlalu saat ditanya mengenai kemungkinan partainya berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk mengusung JK menjadi capres.



(wis/asa)