Amien Rais Kritik Jokowinomics dan Sebut Dajal Ekonomi

DHF, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 11:22 WIB
Amien Rais Kritik Jokowinomics dan Sebut Dajal Ekonomi Amien Rais kembali melontarkan kritik terhadap Jokowi dan pemerintahan. Perekonomian era Jokowi atau Jokonomics dia sebut belum berhasil. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali mengkritik Presiden Joko Widodo dan pemerintahan. Amien menyebut perekonomian era Jokowi selama ini belum berhasil, meski dia belum mau menyebutnya sebagai sebuah kegagalan.

Kritik itu ia sampaikan saat berpidato dalam halalbihalal di Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

"Jadi menurut saya Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau dikatakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai Pilpres. Siapa tahu ada keajaiban sampai sukses," ujar Amien.



Mantan Ketua MPR ini juga menilai pemerintahan Jokowi menerapkan demokrasi dengan cara diskriminasi. Menurut dia, dalam demokrasi kini terdapat tebang pilih, terutama dalam penegakkan hukum.

"Menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi. Itu saya katakan discriminative democracy. Lihat coba apa yang tidak tebang pihak? Hukum yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin," kata Amien.

Bahkan Amien juga mengkritik KPK yang dinilai menegakkan hukum dengan pilah-pilah besaran nilai uang korupsi.

"Dengan firm saya katakan KPK saja puluhan triliun lewat. Yang ratusan juta, miliaran dikejar-kejar," kata Amien.

Terakhir Amien menyebut, ada dajal ekonomi sampai dajal intelijen di pemerintahan. Sosok itulah yang dia sebut membuat pemerintah terlihat gagah.

"Yang saya hadapi bukan pak ini bukan pak itu. Di belakangnya ada dajal ekonomi, dajal intelijen, yang membuat mereka gagah," ucap Amien.


Kritik terhadap urusan ekonomi pada Pemerintahan Jokowi kian mencuat belakangan.

Salah satunya datang dari mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier. Dia menilai keoknya nilai tukar rupiah tak semata-mata disebabkan oleh kondisi perekonomian global.

Pasalnya, menurut Fuad, lebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia adalah biang kerok utama dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Terkait dengan hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pembahasan APBN diklaim masih berjalan dengan baik, meski nilai tukar rupiah yang terus tersungkur terhadap dolar AS.

(osc/asa)