Wartawan Dianiaya Saat Liputan Sepakbola Liga 3

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 09:13 WIB
Wartawan Dianiaya Saat Liputan Sepakbola Liga 3 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang wartawan media online Jawa Timur Oryza Ardiansyah dianiaya sejumlah pemain Sindo Dharaka saat meliput laga lanjutan Liga 3 antara Persid Jember melawan Sindo Dharaka di Stadion Sport Garden, Jember, Jawa Timur, Rabu (4/7).

Sindo Dharaka merupakan hasil merger dua klub sepak bola dari Dharaka milik TNI dan Samudra Indonesia (Sindo).

Menurut Oryza, penganiayaan terjadi usai pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 itu.


Sesaat setelah wasit meniupkan peluit panjang babak kedua, beberapa pemain Sindo Dharaka melakukan protes terhadap wasit karena wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah di masa injury time. Hal itulah yang menyebabkan pemain Sindo Dharaka marah dan mengejar wasit hingga memukul wasit.

"Sebagai jurnalis, saya mengabadikan peristiwa itu dengan menggunakan kamera ponsel, sehingga saya turun dari tribun. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang merampas ponsel saya dan menanyakan kenapa mengambil gambar," kata Oryza seperti dikutip Antara, Kamis (5/7).

Pertanyaan tersebut membuat sejumlah pemain Sindo Dharaka yang semula konsentrasi memprotes wasit beralih kepada Oryza, sehingga pemain dan suporter Sindo Dharaka melayangkan tendangan dan pukulan kepadanya.

"Mereka memukuli saya dan menendang kaki saya saat berdiri tegak. Saya tidak tahu berapa pukulan yang melayang karena saya hanya berusaha melindungi kepala saya karena kalau kepala yang dipukul akan berakibat fatal," katanya.
Melihat kejadian itu, panitia dan aparat keamanan langsung melindungi jurnalis yang menjadi korban kekerasan suporter dan pemain Sindo Dharaka, kemudian membawa Oryza ke tempat yang aman.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan suporter dan pemain Sindo Dharaka menyebabkan luka memar di bagian tubuh Oryza. Panitia pertandingan kemudian membawa Oryza ke Rumah Sakit Jember Klinik.

"Saya akan melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum agar diusut tuntas. Kejadian ini membuktikan bahwa pekerjaan jurnalis masih dibawah ancaman pertandingan sepak bola yang seharusnya sportif," katanya.

Sementara, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember Sigit Edi Maryanto mengutuk keras dan menyesalkan peristiwa kekerasan tersebut.

"Usut tuntas kasus kekerasan yang dialami Oryza," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

Kata Sigit, PWI mendesak Denpom TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap Oryza, dan meminta kepada kepolisian untuk bertindak cepat atas laporan tersebut.

"Kami juga meminta kepada PSSI sebagai induk sepak bola nasional menjatuhkan sanksi terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka," katanya.
(ugo)