Merujuk dari hasil hitung cepat atau quick count mayoritas lembaga survei dan hitung riil atau real count KPU hasil scan C1, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul perolehan suara atas pasangan yang diusung Gerindra, Sudirman Said-Ida Fauziah.
"Kami akan panggil tim legal kami. Kami akan pelajari semua bahan-bahan untuk kami menentukan langkah selanjutnya, apakah akan menggugat ke MK dan seterusnya," kata Prabowo di kediamannya, Jakarta, Jumat malam (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, 3,7 juta dari 27 juta [pemilih]. Lebih dari 10 persen nama yang diragukan. Ini sangat mengkhawatirkan demokrasi," ujar Prabowo.
"Kita ingin menegakkan demokrasi," katanya.
Sudirman mengaku mendapat laporan di sejumlah daerah mengenai hal itu.
"Perlakuan aparat pengawas maupun keamanan kepada kita yang menunjukkan ketidakseimbangan," kata Sudirman.
Sudirman menilai KPU turut berperan dalam menambah indikasi kejanggalan Pilkada Jateng. Hal itu karena KPU dinilai gagal melakukan lelang alat peraga kampanye. Walhasil, alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho, dan poster cenderung minim di masa kampanye.
Kemudian, Sudirman juga mengungkit dugaan politik uang di banyak daerah. Meski demikian Sudirman mengakui dugaan keganjilan ini cenderung sulit untuk dibuktikan pihaknya.
"Dugaan money politic dimana-mana meskipun problematik karena tidak semua yang mengalami mau bersaksi," ucap Sudirman.
"Kalau memenuhi untuk menempuh jalur hukum ya kita tempuh," lanjutnya. (wis)