Napi Teroris Tewas di Nusakambangan Diserahkan ke Keluarga

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 04:12 WIB
Basri, napi kasus terorisme di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, disebut tewas karena komplikasi penyakit antara lain diabetes, gagal nafas, dan jantung. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, telah menyerahkan jenazah Muhammad Basri alias Abu Saif alias Basri bin Laeba kepada pihak keluarga almarhum.

Basri adalah narapidana kasus terorisme yang tewas di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, pada Sabtu (7/7) lalu.

Penyerahan jenazah dilakukan oleh petugas Lapas Panji Asmoro Putra kepada Wahyudi selaku perwakilan keluarga.


"Pada hari Minggu 08 Juli 2018, sekira pukul 08.45 WIB, bertempat di halaman lobi ruang Jenazah RSUD Kabupaten Cilacap, telah dilaksanakan serah terima jenazah napiter atas nama almarhum Muhammad Basri dari petugas Lapas Pasir Putih kepada perwakilan keluarga almarhum," demikian keterangan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

Mabes Polri menyebut Basri meninggal dunia karena komplikasi penyakit.

Berdasarkan pemeriksaan medis RSUD Kabupaten Cilacap, Sabtu(7/7), pukul 20.50 WIB, Iqbal menuturkan bahwa Basri meninggal karena kegagalan fungsi jantung akut, penyakit paru obstruksi kronis, diabetes dan gagal nafas.

Setelah serah terima, jenazah Basri selanjutnya dibawa dengan ambulans menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk diterbangkan ke Makassar sekira pukul 11.56 WIB.

Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan pengawalan aparat polisi dari Polres Cilacap.

"Situasi berlangsung lancar dan kondusif hingga akhir kegiatan," ujar Iqbal. (wis)