Cemas Anies Maju Pilpres, Mahfudz Siddiq Buat Surat Terbuka

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 15:23 WIB
Cemas Anies Maju Pilpres, Mahfudz Siddiq Buat Surat Terbuka Melalui surat terbuka, Politikus PKS Mahfudz Siddiq menuliskan kegelisahan dan kecemasannya bahwa Anies akan maju pilpres. Dia tak ingin Anies meninggalkan DKI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PKS Mahfudz Siddiq membuat surat terbuka untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, surat terbuka itu bentuk kegelisahan dan kecemasan dirinya soal wacana Anies ikut kontestasi Pilpres 2019.

Dalam surat itu, Mahfudz mengaku gelisah dan cemas Anies bakal melepas jabatannya sebagai Gubernur DKI demi berambisi maju di Pilpres 2019 sebagai capres maupun cawapres.

"Muncul pertanyaan di kepala saya: 'akankah saya kehilangan sosok Anies Rasyid Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang telah saya pilih bersama tiga jutaan warga lainnya?'," ujar Mahfudz dalam surat terbuka yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (11/7).


Sebagai warga asli Betawi yang tinggal di Jakarta Selatan, Mahfudz mengaku turut memperjuangkan Anies di Pilgub DKI Jakarta 2017. Baginya, Pilgub tahun lalu merupakan pilkada yang paling heboh, panas, dan menguras energi.

Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan warga DKI melantunkan doa untuk kemenangan pasangan cagub-cawagub DKI, baik di rumah hingga di masjid. Mahfudz yang mengklaim merasakan kepemimpinan 11 gubenur dan Plt gubernur sejak 1966 silam itu mengaku belum pernah menyaksikan hal tersebut.


Bahkan, ia juga baru pertama melihat ada salat subuh bersama yang dilakukan warga DKI pada hari pencoblosan.

"Jika pimpinan diposisikan sebagai imam bagi ummat, 'apakah sang imam akan menginggalkan ummatnya di fase awal perjalanan perjuangan ini?'," ujarnya.

Lebih lanjut, anggota DPR ini menyebut masa jabatan Anies sebegai Gubernur DKI yang baru tujuh bulan sebagai fase taaruf atau perkenalan. Ia menilai Anies baru benar-benar menjalankan tugas sebagai gubernur jika sudah lebih dari dua tahun menjabat.

"Mungkin baru mulai tahun kedua dan seterusnya Bapak bisa benar-benar menjalankan program pembangunan secara tepat dan cepat," ujar Mahfudz.

Cemas Anies Maju Pilpres, Mahfudz Siddiq Buat Surat TerbukaDalam beberapa hari terakhir Anies Baswedan santer disebut elite partai politik bisa maju capres atau cawapres. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).


Permasalahan DKI Jakarta yang Belum Diselesaikan Anies

Dalam surat terbukanya, Mahfudz juga memuat sumpah jabatan yang diucapkan Anies saat dilantik sebagai Gubernur DKI pada 16 Oktober 2017. Berkaca dari surat itu, ia berharap Anies bisa terus mengemban amanah dan tugasnya hingga tuntas.

Sebab, kata dia, persoalan yang dihadapi Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta masih banyak. Ada lima masalah utama di DKI yang harus diselesaikan Anies yakni kemacetan, banjir, sampah, korupsi, dan pengangguran. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan Anies memiliki 23 janji kampanye yang harus direalisasikan.

"Selama 52 tahun menjalani usia hidup di Jakarta, saya -sebagaimana jutaan warga Bapak yang lainnya- punya harapan agar Ibu Kota negara ini semakin maju dan beradab," ujarnya.

Ia menambahkan jabatan Gubernur DKI bukanlah jabatan sederhana. Sebagai salah satu penyusun UU Nomor 29 Tahun 2017 tentang Pemprov DKI Jakarta, Mahfudz menilai Gubernur DKI setara dengan 18 kepala negara jika dilihat dari sisi luas wilayah dan 109 kepala negara dari sisi jumlah penduduk.

Lebih dari itu, ia juga menyinggung soal pemberitaan media yang berisi sikap sejumlah politikus dan petinggi partai yang mendorong Anies menjadi capres atau cawapres. Bahkan, isi berita yang mendorong Anies untuk bersikap itu membuatnya gelisah dan cemas.

Jika Anies kelak jadi ikut maju dalam kontestasi pilpres 2019, ia akan mengulang apa yang sudah dilakukan Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam.

Jokowi yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2012 bersaing dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014. Mantan Wali Kota Solo itu keluar sebagai pemenang pilpres 2014 dan berkantor di Istana hingga sekarang, sementara jabatan Gubernur DKI Jakarta dialihkan kepada wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi lawan Anies dalam Pilgub DKI 2017.

(osc/kid)