Politisi PDIP Sebut Jokowi Usung Nawacita Jilid II di Pilpres

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 07:46 WIB
Politisi PDIP Sebut Jokowi Usung Nawacita Jilid II di Pilpres Presiden Jokowi disebut bakal kembali mengusung Nawacita di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menyatakan bahwa capres yang bakal diusung partainya, yakni Joko Widodo, bakal kembali menawarkan program Nawacita pada Pemilu 2019.

Nawacita merupakan rangkuman sembilan janji kerja yang dikampanyekan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 silam.

"Pasti dong. Itu platform andalan periode 1 dan harus dituntaskan di periode 2," kata Eva saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/6).


Eva mengatakan Nawacita pada Pilpres 2019 nanti adalah hasil modifikasi dari pilpres sebelumnya. Di dalamnya, Ada pengembangan dan perluasan aspek seiring dengan perkembangan teknologi serta kondisi Indonesia empat tahun terakhir.

"[namanya] Nawacita II," kata Eva.

Selama Jokowi memimpin, Eva mengklaim Nawacita sudah diterapkan secara optimal. Hasilnya pun telah nampak dan bermanfaat bagi masyarakat. Alasan itulah yang membuat PDIP, kata Eva, bakal kembali menawarkan Nawacita pada Pilpres 2019 meski akan mengalami revisi.

"Sudah ada apresiasi rakyat dan luar negeri kok," kata Eva.

Program Nawacita yang diusung Jokowi di Pilpres 2014 lalu memuat sembilan visi antara lain menyangkut soal reformasi sistem hukum, pembangunan dari wilayah pinggir, mewujudkan kemandirian ekonomi, dan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Menurut Eva Nawacita adalah rangkuman program kerja yang identik dengan pemikiran presiden pertama Indonesia, yakni Soekarno di masa silam.

Maksud buah pikir Soekarno yang dimaksud adalah program Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Hal itu kata dia sesuai dengan landasan utama PDIP yakni melanjutkan buah pikir Bung Karno.

"Lebih cocoknya Pembangunan Nasional Semesta Berencana," ujarnya.