Curhat Ridwan Kamil Soal Anaknya Jadi 'Korban' Zonasi PPDB

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 18:57 WIB
Curhat Ridwan Kamil Soal Anaknya Jadi 'Korban' Zonasi PPDB Wali Kota Bandung yang kini menjadi Gubernur Terpilih Jabar, Ridwan Kamil, menolak menggunakan posisinya untuk membantu putrinya masuk ke sekolah impian meski terkendala sistem zonasi. (Antara Foto/M. Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zara, anak perempuan dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ikut menjadi korban dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi sekolah.

Ridwan Kamil mengungkapkan hal itu di akun Instagram miliknya, @ridwankamil. Ia lalu bercerita bahwa Zara, meski memiliki hasil ujian nasional yang cukup bagus, gagal mendaftar di sekolah pilihannya, SMPN 2 Bandung.

"Ia tidak diterima karena tergeser oleh kuota sistem zonasi PPDB Kota Bandung versi awal, sebelum yang sekarang," kata pria yang karib dengan sapaan Emil tersebut.


Merujuk pada situs Pemerintah Kota Bandung, rumah Emil beralamatkan di kawasan Dago Pojok I, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Sementara itu, alamat SMPN 2 Bandung terletak di Jalan Sumatera, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Jarak antara kawasan rumah Emil dengan SMPN 2 Bandung sekitar 6 km.

"Zara tidak terima. Ia merasa ini tidak adil. Ia menangis dan bertanya-tanya," ungkap Emil dalam akun media sosialnya.


Sebagai ayah, Emil mengaku ikut kecewa. Ia juga mengaku mendapatkan masukan dari sejumlah orang yang mengimbau dirinya memanfaatkan jabatan sebagai Wali Kota Bandung untuk menolong Zara memasuki sekolah impiannya.

"Banyak pihak tanya 'Anda kan punya kuasa atuh, bisa kali nyelipin buat anaknya sendiri. Masa tega sih ama anaknya sendiri?'," tuturnya.

Emil lantas membicarakan itu kepada istrinya. Setelah dialog, Emil menyebut dirinya bersama istri sepakat menutup kuping untuk saran tersebut dan memilih menaati aturan yang ada. Dan, Emil pun memberikan pengertian tersebut kepada Zara.

"Setelah saya terangkan perlahan, bahwa itu adalah sebuah peraturan yang harus kita hormati. Dan hidup yang mulia adalah hidup yang taat aturan dan syariat, akhirnya ia berhenti menangis dan mencoba paham," ujar pria yang telah ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilgub Jabar 2018.

Curhat Ridwan Kamil Soal Anaknya Jadi 'Korban' Zonasi PPDBRidwan Kamil yang berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum berhasil terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)


Dalam ceritanya Emil mengatakan tak ingin menggunakan jabatannya untuk memuluskan Zara masuk SMPN 2 karena takut akan konsekuensi negatif di kemudian hari.

"Nilai hidup apa yang akan menempel seumur hidupnya Zara, jika ia kami paksa masuk dengan cara yang tidak baik. Maka pastilah ia akan meyakini bahwa berbohong itu boleh, demi sebuah tujuan. Nauzubillah..." ujarnya.

"Dan Zara kini menyesuaikan diri, mencari bahagia dan gembira sekolah di SMP swasta. Semoga ini menjadi hikmah, bahwa mungkin kita tidak menyukai sebuah aturan yang membuat kita di pihak yang kalah. Namun aturan tetaplah aturan. Mari kita hormati," kata Emil menambahkan.

[Gambas:Instagram]

Sistem zonasi sekolah mendapat sorotan di sejumlah wilayah termasuk Bandung. Pemicunya adalah ketidakpuasan orang tua siswa terhadap sistem tersebut. Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa karena anaknya ditolak lantaran tak masuk zonasi sekolah.

Sebagian lain mengaku anaknya gagal masuk sekolah negeri, padahal lokasi rumah tak jauh dengan sekolah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Federasi Serikat Guru Indonesia menilai pemerintah belum optimal mensosialisasikan sistem zonasi tersebut. Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyakini aparat pemda sudah memahami sistem tersebut karena sudah diterapkan sejak 2017 lalu.



(wis/kid)