Susi Tegur Fahri Hamzah di Twitter soal 'Illegal Fishing'

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 12:02 WIB
Susi Tegur Fahri Hamzah di Twitter soal 'Illegal Fishing' Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegur Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melalui Twitter. Susi tak terima dengan sindiran Fahri Hamzah yang mengomentari pernyataannya soal pemberantasan pencurian ikan atau illegal fishing.

Awalnya, Fahri Hamzah mengomentari sebuah tautan berita yang memuat pernyataan Susi. Berita itu dimuat Antara, Rabu (11/7) berjudul 'Menteri Susi Tegaskan Pemberantasan Pencurian Ikan Baru Langkah Awal'.

"Dikasih waktu 5 tahun dijadikan langkah awal, seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggungjawab atas amanah namanya... Kalau 5 tahun lagi kan belum tentu terpilih," tulis Akun @Fahrihamzah mengomentari tautan berita tersebut.


Susi kemudian membalas kicauan Fahri itu melalui akun @susipudjiastuti, "Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh separuh. Akhirnya seolah seperti yang anda pikir. Naif."

Kicauan Susi tersebut kemudian dijawab Fahri. "Saya komentari setelah baca bu. Kalau saya komentari lebih jauh salahnya tambah banyak nanti," katanya.

Susi tak membalas lagi cuitan Fahri. Namun, Fahri menjelaskan maksud pernyataannya ke Susi.

"Ibu Susi yang terhormat, Negara ini besar perlu pikiran besar. Tapi bangsa ini juga punya kultur, sering terpukau sama orang terkenal. Itulah yang saya lihat sehingga kesalahan ibu enggak ada yang berani cegah. Ketemu lagi presiden yang enggak paham persoalan. Sempurna," tulis Fahri.

Fahri mengatakan gaya 'janggo' Susi memang langka, tetapi, menurut Fahri setiap tindakan tetap harus benar, tidak melanggar hukum dan terbuka menerima kritik dan saran.

"Saya ingin menyampaikan masukan kepada ibu di luar puja puji asal ibu senang," katanya.

Fahri lantas bercerita tentang anak muda dari kampungnya, seorang aktivis nelayan bernama Rusdianto.

"Kami orang Sumbawa tinggal di pesisir jadi kami tahu keadaan nelayan. Rusdianto mengkritik ibu Susi yang merugikan. Lalu dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Itu tidak baik. Dia nelayan," katanya.
Kata Fahri, saat ini nelayan tambah susah, hidup makin sengsara, melaut lebih susah. "Lalu dengan segenap popularitas itu, ibu berjuang untuk siapa? Rusdi bukan siapa-siapa bu, dia nelayan kecil," tanya Fahri.

Menurut Fahri ada beberapa kesalahan Susi. Pertama, bikin nelayan sengsara. Padahal, tugas nomor satu Susi membikin nelayan hidup bahagia.

"Ibu boleh punya alasan konservasi, dll sampai ibu dipuji dunia. Seperti sudah ibu nikmati. Hebatlah," kicau Fahri.

Kedua, menurut Fahri, tugas Susi bukan menegakkan hukum. "Saya sudah baca UU yang sekarang ibu mau ubah. Memang enggak ada dan tidak boleh. Konsep poros maritim itu bukan menyulap menteri kelautan menjadi penegak hukum. Kenapa ibu mengambil pekerjaan polisi dan tentara," katanya.
(ugo)