Warga Cari Cara Berkurban di Sekitar Pacuan Kuda Pulomas

Setyo Aji, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 08:04 WIB
Warga Cari Cara Berkurban di Sekitar Pacuan Kuda Pulomas Larangan pemotongan kurban di radius 1 kilometer equestrian Pulomas, Jakarta Timur, pada Iduladha tahun ini menimbulkan dampak bagi warga muslim di sekitarnya. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun ini Abdul Jalil (41), salah satu pengurus Masjid Nurul Huda, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Pusat tidak bisa melaksanakan pemotongan hewan kurban di lingkungan Masjid Nurul Huda.

Hal itu karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pemotongan hewan kurban di area pacuan kuda atau equestrian, Pulomas, Jakarta Timur.

Masjid Nurul Huda itu berjarak sekitar 800 meter dari arena pacuan kuda Pulomas. Equestrian itu menjadi salah satu arena yang digunakan dalam Asian Games 2018. Sementara itu, Iduladha tahun ini diyakini jatuh pada Rabu, 22 Agustus mendatang.


Larangan dari Pemprov DKI Jakarta, kata Abdul, cukup berdampak pada penyelenggaraan kurban tahun ini. Pihak pengurus masjid dan panitia kurban harus memutar otak agar tetap bisa menyelenggarakan kurban di Hari Raya Iduladha.

"Biasanya mulai dari hewan kurban datang disimpan dan dipotongnya di belakang masjid ini tempat parkiran mobil situ," ujar Abdul saat ditemui CNNIndonesia.com, di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, Kamis (12/7).


Dia menjelaskan pihaknya memiliki beberapa opsi untuk penyelenggaraan kurban tahun ini. Opsi pertama, kata Abdul, panitia kurban akan melakukan pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan di Cakung, Jakarta Timur.

Hanya saja, pihaknya meragukan ketersediaan ruang untuk hewan kurban di sana. Pasalnya ada sekitar 31 masjid yang terkena dampak pelarangan pemotongan hewan kurban ini.

"Di sini saja biasanya kalau kurban, sapi itu ada 12 ekor dan kambing 80 ekor. Takutnya di sana nanti enggak muat kan," ujar dia.

Opsi kedua pengurus masjid dan panitia kurban Masjid Nurul Huda akan mencari lokasi pemotongan yang berjarak lebih dari satu kilometer dari equestrian Pulomas.

"Bisa nanti kami cari di daerah Rawasari, atau mungkin di daerah Rumah Susun yang menyelenggarakan kurban juga nanti tergantung musyawarah dari pengurus, panitia dan warga," terangnya.

Abdul mengatakan untuk kedua opsi itu bakal menambah biaya yang dikeluarkan panitia kurban. Umumnya, kata dia, untuk memotong satu sapi memerlukan biaya sekitar Rp700.000 dan Rp100.000 untuk satu kambing.

Nantinya, sambung Abdul, dengan memindahkan lokasi pemotongan ia memprediksi biaya yang harus dikeluarkan bakal meningkat hingga dua kali lipat.

"Mungkin itu sih risiko yang harus kami hadapi, tapi kan ini event internasional untuk nama baik Indonesia. Jadi, ya kami mendukung saja," ujarnya.

Dampak Larangan Potong Kurban di Pulomas Bagi Warga SekitarOpsi bagi warga di sekitar equestrian Pulomas, Jakarta Timur untuk memotong kurban saat Iduladha nanti adalah melakukannya di Rumah Potong Hewan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Masjid lain yang terkena dampak adalah Masjid Baabut Taubah yang berada di kawasan jalan Pulomas II, Kayu Putih, Jakarta Timur. Masjid ini berada sekitar 500 meter dari equestrian Pulomas.

Imam Masjid Baabut Taubah, Jalaluddin (52) mengatakan pihaknya masih menunggu informasi biaya pemotongan di rumah potong sebelum memutuskan menerima hewan untuk dikurbankan. Ia mengatakan pihak Kelurahan Kayu Putih bakal mengadakan rapat lagi terkait hal itu.

"Ada beberapa opsi nantinya bisa diadakan tapi motong di jagal bisa diadakan juga berbentuk uangnya kemudian disebarkan ke wilayah yang membutuhkan, ketiga bisa jadi kita tidak menerima kurban sekaligus penyediaan hewannya," ujar dia.


Jalaluddin menyatakan warga di sekitar masjidnya cukup keberatan dengan pelarangan ini. Pasalnya, kata dia, terdapat sekitar 1.500 warga penerima daging kurban di seputaran masjid itu.

Ia mengatakan andai lokasi pemotongan kurban dipindahkan ke Rumah Potong Hewan Cakung, jumlah warga penerima kurban dan warga yang memberi kurban akan berkurang hingga setengahnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Yang menerima kurban setiap tahun daging itu yang merasa keberatan kalau yang kurban sih enggak ada masalah," ujar Jalaluddin.

Jalaluddin juga mengatakan apabila masjidnya memilih opsi untuk tidak melaksanakan kurban kemungkinan besar warga penerima daging kurban tidak akan mendapat jatahnya lagi dari masjid Baabut Taubah.

Meski warga keberatan, Jalaluddin mengaku mahfum atas larangan memotong hewan kurban tersebut.

"Susah memang, ya sudahlah keinginan pemerintah seperti itu, untuk membawa nama Indonesia. Ya, kita ikuti," ujar dia.

Dampak Larangan Potong Kurban di Pulomas Bagi Warga SekitarDalam radius 1 kilometer dari Jakarta International Equestrian Park, Pemprov DKI Jakarta melarang warga memotong atau menjual hewan kurban saat Iduladha karena bertepatan dengan gelaran Asian Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Sosialisasi Sejak Tahun Lalu

Sementara itu, saat ditemui di tempat terpisah, Sekretaris RW 012 Kelurahan Kayu Putih Henry H. mengaku pihak Pemprov DKI Jakarta melalui perangkat Kecamatan Pulogadung sudah melakukan sosialisasi sejak Agustus 2017.

Ia menyebut warga sekitar sudah mengetahui larangan ini dan mendukung penuh keputusan Pemprov DKI Jakarta tersebut. Pihak RW juga sudah memberikan surat edaran kepada 550 rumah terkait larangan itu sejak satu minggu lalu.

"Warga sini enggak masalah warga sini selalu apa yang ada di aturan kita ikutin semua enggak masalah. Kita dapat sosialisasi dari tahun lalu jauh-jauh hari juga dikasih tahu," terang Henry.

Selain itu, berdasarkan pantauan, di sekitar lokasi equestrian, tidak terdapat satu pun pedagang hewan kurban. Henry mengatakan biasanya penjual hewan kurban sudah ramai sejak sebulan sebelum hari raya Iduladha.

"Biasanya pedagang hewan kurban itu banyak di dekat equestrian, di dekat SMA 21 situ," ujar dia Henry.


Pada 3 Juli lalu, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Irma Budiany menjelaskan larangan ini guna mencegah penyebaran virus ke kuda-kuda peserta Asian Games 2018.

Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengungsikan kuda-kuda pada radius 5 kilometer dari equestrian ke luar Jakarta untuk mencegah penularan virus.

"Pada radius 1 kilometer [dari equestrian Pulomas], tidak boleh ada penampungan dan pemotongan hewan kurban. Mereka tidak boleh memotong di situ, harus di rumah potong hewan," ujar Irma saat dihubungi, Selasa (3/7).

Dia mengatakan larangan itu turunan dari Instruksi Gubernur Nomor 123 Tahun 2017 dan Instruksi Gubernur Nomor 39 Tahun 2018 yang diteken masing-masing oleh Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan.

Sebelum mengeluarkan instruksi dan larangan tersebut, Irma menyatakan sudah melakukan konsultasi dengan petugas dari Olympic Council of Asia (OCA).

(kid/pmg)