Khofifah Minta Bantuan Wapres JK Urus Kemiskinan Jawa Timur
Priska Sari Pratiwi | CNN Indonesia
Sabtu, 14 Jul 2018 00:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa di kantor wakil presiden, Jakarta, Jumat (13/7). Dalam kunjungan itu, Khofifah berdiskusi dan meminta saran kepada JK terkait upaya pengentasan kemiskinan di 10 kabupaten di Jatim.
"Saya menyampaikan 10 kabupaten yang menurut data terakhir kemiskinannya masih signifikan. Kami mohon dibantu pantau RT/RW, apa yang membuat kemiskinan di daerah ini tambah parah dan sulit diturunkan," ujar Khofifah.
Adapun 10 kabupaten itu di antaranya yakni Bondowoso, Jember, Madura, Lamongan, Probolinggo, dan Situbondo.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan keluhannya pada Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto yang juga staf ahli wakil presiden.
"Tadi saya mohon supaya Pak Bambang TNP2K diizinkan zooming. Saya bilang ini bukan survei, kalau di-zoom, potretnya kan lebih besar, bahkan basis RT/RW," terangnya.
Selain kemiskinan, Khofifah juga sempat membahas pembangunan industri di Madura. Mantan Menteri Sosial ini menyatakan keinginannya memajukan industri garam di Madura.
"Sebetulnya Madura kan dulu dikenal sebagai pulau garam. Kalau dikenal seperti itu sesungguhnya bisa meningkatkan kualitas garam di Madura dengan kualitas garam beriodium, sehingga bisa disediakan garam rumah tangga dan pada tahap tertentu bisa masuk garam industri," ucapnya.
Cara itu, kata dia, diyakini bisa mengurangi impor garam yang tengah dilakukan permerintah saat ini. "Karena sebetulnya impor garam itu kan lebih banyak untuk industri, tapi sering kali sekarang merembes juga ke pasar," kata Khofifah. (dal)
"Saya menyampaikan 10 kabupaten yang menurut data terakhir kemiskinannya masih signifikan. Kami mohon dibantu pantau RT/RW, apa yang membuat kemiskinan di daerah ini tambah parah dan sulit diturunkan," ujar Khofifah.
Adapun 10 kabupaten itu di antaranya yakni Bondowoso, Jember, Madura, Lamongan, Probolinggo, dan Situbondo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan keluhannya pada Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto yang juga staf ahli wakil presiden.
"Tadi saya mohon supaya Pak Bambang TNP2K diizinkan zooming. Saya bilang ini bukan survei, kalau di-zoom, potretnya kan lebih besar, bahkan basis RT/RW," terangnya.
Selain kemiskinan, Khofifah juga sempat membahas pembangunan industri di Madura. Mantan Menteri Sosial ini menyatakan keinginannya memajukan industri garam di Madura.
"Sebetulnya Madura kan dulu dikenal sebagai pulau garam. Kalau dikenal seperti itu sesungguhnya bisa meningkatkan kualitas garam di Madura dengan kualitas garam beriodium, sehingga bisa disediakan garam rumah tangga dan pada tahap tertentu bisa masuk garam industri," ucapnya.
Cara itu, kata dia, diyakini bisa mengurangi impor garam yang tengah dilakukan permerintah saat ini. "Karena sebetulnya impor garam itu kan lebih banyak untuk industri, tapi sering kali sekarang merembes juga ke pasar," kata Khofifah. (dal)