Pendaftaran Caleg di KPU Ditutup Hari Ini

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 08:02 WIB
Pendaftaran Caleg di KPU Ditutup Hari Ini Partai Nasdem menjadi parpol pertama yang menyerahkan dokumen bakal caleg ke kantor KPU, Senin (16/7). (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 15 partai politik akan berbondong-bondong mendaftarkan bakal calon legislatif mereka ke Komisi Pemilihan Umum pada hari ini, Selasa (17/7), yang merupakan hari terakhir masa pendaftaran caleg.

KPU membuka masa pendaftaran caleg untuk DPR RI, DPRD tingkat provinsi, dan DPRD tingkat kabupaten sejak 4 Juli. Setelah didaftarkan ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU, parpol kemudian harus membawa dokumen para bacaleg untuk melengkapi proses pendaftaran ke kantor KPU.

Sedianya KPU akan menerima dokumen peserta Pemilu 2019 pada Senin kemarin. Namun dari sejumlah partai yang bakal datang, hanya NasDem saja yang benar-benar hadir ke sana siang tadi. Dengan kata lain, parpol-parpol akan memadati KPU pada hari ini.


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengibaratkan banyaknya partai-partai yang mendaftarkan bakal calegnya di hari terakhir dengan fenomena mudik lebaran.

"Dalam bahasa mudik ini diprediksi puncak kemacetan pendaftaran jatuhnya besok (hari ini)," kata Komisioner Bawaslu Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta, kemarin.

Partai-partai yang bakal datang ke KPU hari ini adalah PSI, Garuda, Demokrat, PAN, PKS, Perindo, PDI Perjuangan, Hanura, Berkarya, PKP Indonesia, Golkar, PPP, PKB, Gerindra, dan Partai Bulan Bintang.

Bawaslu sendiri sudah menerima keluhan dari partai politik peserta Pemilu 2019 terkait Silon milik KPU. Hasil pengawasan tahap pendaftaran caleg yang diumumkan oleh Bawaslu menemukan keluhan parpol itu terjadi di banyak tempat.

Afifuddin menyebut kualitas jaringan jadi salah satu yang paling bermasalah dari Silon selama proses pendaftaran bakal calon legislatif pada 

"Ketika diakses tidak seluruhnya berjalan mulus, jaringan bermasalah, malam Minggu padatnya luar biasa, ada plesetan sistem alon-alon," ujar dia.

Selain akses lambat, Afifuddin mengatakan keluhan lain parpol adalah detail yang harus mereka isi ke dalam Silon.

Afifuddin berkata parpol mengeluh karena terlalu banyak mengisi data. Namun Afifuddin tidak sependapat dengan keluhan parpol tersebut.

Ia menilai partai-partai lah yang tidak menggunakan waktu yang tersedia dengan maksimal sehingga mengerjakan ketentuan dari KPU di menit-menit akhir seperti ini.

"Partai menyederhanakan hal-hal yang sebenarnya butuh waktu," imbuhnya.


(wis)