Seorang mantan kepala dinas menceritakan kisah pencopotannya oleh Anies. Ia mengaku tak diberi tahu sama sekali oleh Anies maupun jajarannya jika bakal diganti. Bahkan ia masih melaksanakan hajatan besar DKI Jakarta di hari-hari terakhir sebelum pencopotan.
Sang mantan kepala dinas itu mengaku hanya mendapat undangan untuk mendengarkan arahan Anies di Balai Kota pada 12 Juli pukul 12.00 WIB. Pada saat yang bersamaan ternyata ada pelantikan sejumlah wali kota dan kepala dinas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia baru tahu dan yakin dicopot setelah dihubungi oleh sekretaris dinas yang didapuk Anies menjadi pelaksana tugas.
Saat ini sang kepala dinas menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah, sembari menunggu masa pensiun pada 1 Oktober mendatang. Sampai sekarang dia mengaku belum dihubungi, ditemui, dan diberi arahan seperti yang dijanjikan Anies.
"Dalam undang-undang tidak boleh distafkan tanpa bukti kesalahan. Mungkin sekarang lagi dicari bukti kesalahannya. Tapi kan kalau salah harus ada prosedurnya, harus dipanggil dan ada BAP," ucapnya sedikit menyindir.
"Ya memang kami selesaikan dalam proses. Kami minta keterangan, klarifikasi kedua belah pihak," kata Asisten Komisioner Komisi ASN Sumardi. (ayp/gil)