Canda Jenderal Tito Soal Larangan ke Alexis Bagi Polri-TNI

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 13:27 WIB
Canda Jenderal Tito Soal Larangan ke Alexis Bagi Polri-TNI Tito mengimbau agar personel Polri-TNI membangun hubungan tak boleh sampai kebablasan hingga menjurus ke hal-hal negatif. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyoroti permasalahan konflik antara oknum personel TNI-Polri yang kerap kali terjadi dan sudah amat meresahkan masyarakat.

Ia mengatakan bahwa konflik itu muncul disebabkan banyaknya personel di kedua institusi tersebut yang kurang membangun hubungan baik antar sesama di kehidupan sehari-hari.

"Masalahnya yang Polri jangan sok-sokan sok punya kewenangan, tapi main-main di belakang juga, ini enggak boleh. Juga dari TNI, ada aturan-aturan yang ada di negara ini juga diikuti. Harus saling menghormati," ujar Tito di depan ratusan calon perwira remaja TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7).



Melihat hal itu, Tito menyarankan agar para personel TNI dan Polri dapat membangun hubungan informal di samping hubungan formal untuk mempererat hubungan guna mengurangi konflik personal.

"Cobalah lakukan pertemuan rutin entah seminggu sekali, sebulan sekali, olahraga bersama, buatlah hubungan informal menembus batas-batas sekatan [lembaga] itu," ujar Tito

Meski demikian, Tito mengimbau agar para personel ketika membangun hubungan tak boleh sampai kebablasan hingga menjurus ke hal-hal negatif, seperti mengunjungi tempat hiburan malam bersama-sama.

Membangun Sinergi

Ia mengatakan bahwa hubungan personal itu harus dilakukan dalam koridor yang positif guna membangun sinergi antar kedua institusi.

"Misalnya yang ada yang di perkotaan mau nobar (nonton bareng) ya nobar bersama, nonton bola misalnya, yang enggak boleh itu ke tempat karaoke bersama-sama, masuk ke Alexis itu enggak boleh," canda Tito yang kemudian disambut gelak tawa oleh ratusan calon taruna.

Tito menyatakan dirinya menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar membina hubungan formal dan informal dengan seluruh personel TNI di tempat bertugasnya masing-masing.


Ia yakin bahwa jalinan kedekatan hubungan itu dapat menjadi kunci keberhasilan sinergitas antara TNI-Polri kedeoannya sehingga tak ada gesekan antar oknum petugas di lapangan

"Saya (instruksikan) ke Polri pun gitu juga. Buat hubungan formal dan informal sebanyak-banyaknya. hubungan personal mau Whatsapp-an dengan komandan Polri atau TNI silahkan," katanya.

Tito juga menegaskan bakal mengambil tindakan tegas berupa pemecatan jika ditemukan oknum Polri yang masih bertikai dengan oknum TNI ditempatnya bertugas.

"Kemarin pas bulan Ramadan ada anggota kita Brimob mukul anggota TNI, kita proses pidana, diproses hukum, tahan, dan tunggu prosesnya, dipecat dengan kode etik atau dipecat dengan proses pidana," pungkasnya (asa)