Pihak KRL saat ini masih melakukan pembaruan sistem tiket elektronik di seluruh stasiun. Kondisi tersebut memaksa penumpang untuk sementara membeli tiket kertas di stasiun secara langsung.
Para penumpang pun membludak di beberapa stasiun imbas dari pembaharuan sistem ini. Namun hal itu tak terjadi di Stasiun Manggarai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi antrean mengular, Stasiun Manggarai telah membuka tiga loket penjualan tiket KRL. Jumlah itu menurut Kepala Stasiun Hendrik Mulyanto, bisa ditambah hingga empat loket jika terjadi penumpukan yang lebih banyak.
Foto: CNN Indonesia/Safir Makki |
Hendrik menerangkan, biasanya Stasiun Manggarai memberangkatkan paling tidak 23 ribu penumpang setiap harinya. Antrean yang saat ini terjadi menurut dia juga masih tergolong normal.
Namun untuk mengantisipasi jika terjadi keterlambatan bagi pekerja, PT KCI juga menyediakan surat keterangan keterlambatan kerja. Surat keterangan bisa diminta di depan pintu masuk stasiun.
"Kami siapkan surat keterangan keterlambatan untuk penumpang jika mereka membutuhkan," Hendrik.
Antrean memanjang karena pengguna kartu e-Money atau flash pun terpaksa ikut berburu tiket kertas seharga Rp3000 untuk sekali perjalanan.
PT KCI pun meminta maaf terkait pembaharuan atau pemeliharaan sistem tiket elektronik yang membuat para penumpang KRL berburu tiket kertas dan mengakibatkan antrean panjang. Pembaharuan sistem tiket commuter line ini sudah berlangsung sejak Sabtu (21/7).
"PT KCI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna KRL selama masa pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik," ujar VP Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa dalam pesan singkatnya, Senin (23/7). (osc/gil)
Foto: CNN Indonesia/Safir Makki