"Tolong kepala disdik setempat menertibkan sekolah-sekolah yang menambah pelajaran yang tidak sesuai ketentuan ini," kata Hamid saat ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (25/7).
Sebelumnya, sejumlah orang tua murid mengeluhkan materi pelajaran yang dianggap terlalu 'berat' untuk siswa kelas 1 SD. Contohnya, buku lembar kerja siswa (LKS) SD swasta di Depok, Jawa Barat yang memasukkan pelajaran tentang istilah dan pengoperasian perangkat komputer. Keluhan ini ramai diperbincangkan lewat jejaring media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, Hamid menuturkan tidak ada pelajaran TIK bagi siswa semua tingkatan SD dalam kurikulum nasional.
Sementara, Hamid menyebut siswa kelas 1-3 SD hanya perlu fokus belajar literasi dasar seperti membaca, menulis dan berhitung.
Dinas Pendidikan (Dikdis) Kota Depok pun mengaku bakal memeriksa SD di wilayahnya terkait dugaan penggunaan buku TIK yang keliru.
Yang jelas, Tinke menuturkan buku pelajaran harus sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sudah ditetapkan dalam kurikulum nasional.
"Apabila ada yang tidak sesuai maka kami akan melakukan penertiban," kata Tinte. (eks)